Nomor WA Sekda Kota Tangerang Diduga Diretas, Chat Pura-pura Pinjam Uang
Rabu, 2 April 2025 | 12:23
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Ratusan sopir angkot trayek R11 dan R02 yang berdemonstrasi menuntut dihapusnya rute BRT koridor 2 meninggalkan kendaraannya di depan gedung Puspemkot Tangerang, Senin (15/10/2018).
Kemudian, para sopir itu duduk-duduk di Jalan Satria Sudirman menunggu kedatangan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
Sebelumnya, para pendemo sempat ingin mendatangi kediaman Arief di kawasan Sinar Hati, Karawaci, Kota Tangerang dengan berjalan kaki. Namun, Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana menjanjikan bahwa Arief yang akan menemui mereka.
Para sopir angkot itu tetap menuntut dihapusnya rute BRT koridor 2 pasca mediasi yang berlangsung di gedung DPRD Kota Tangerang tidak menghasilkan kesepakatan.
"Kami hanya ingin menginginkan sesuap nasi tapi masih tidak berpihak pada rakyat," kata Abas, Koordinator Aksi dalam orasinya.
"Kita tinggalkan saja unit-unitnya (mobil). Kita jalan ke rumah Wali Kota," sambungnya.
Setelah beberapa lama dan yang dinanti yakni Wali Kota Tangerang tiba di Gedung Puspemkot Tangerang, para sopir angkot itu sekitar pukul 17.00 WIB pun kembali ke angkotnya masing-masing.
Pantauan TangerangNews.com, aksi itu berjalan tertib yang dikawal puluhan petugas keamanan dari Satpol PP dan polisi. Kini, perwakilan sopir angkot sedang bermusyawarah dengan Wali Kota Arief.(RAZ/HRU)
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
Cari perusahaan pengembang software kustom terbaik di Indonesia? Temukan rekomendasi terpercaya untuk solusi software yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Sejak resmi menjadi kota administratif pada 28 Februari 1993 setelah sebelumnya tergabung dalam Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang telah menginjak usia ke-32 pada Jumat, 28 Februari 2025.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.