Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam
Kamis, 23 April 2026 | 14:04
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TANGERANGNEWS.com-Kedua pemuda masing-masing bernama Andriansah, 20, dan Rifki, 19, diteriaki warga sebagai terduga begal. Sebab, keduanya nongkrong sembari membawa senjata tajam (Sajam) di Metland Karang Tengah, Kota Tangerang.
Andi melompat dari jembatan hingga mengalami luka patah kaki dan luka bagian kepala hingga bersimbah darah. Sementara Rifki diamuk massa.
Awalnya, keduanya ditegur oleh dua orang saksi yakni Ikbal dan Arief yang berboncengan dan melintas di jembatan tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 01.30 WIB, Minggu (20/1/2019). “Saya teriakan, keduanya kabur,” kata Ikbal yang menegur keduanya.
Hingga akhirnya keduanya dikejar Ikbal.
“Keduanya memegang sajam. Tapi seorang diduga begal kabur dan loncat dari jembatan," ungkapnya.
Khawatir tertangkap, Andi kocat tanpa pikir panjang.
"Sedangkan pelaku lain melarikan diri,” jelas Ikbal.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug AKP Totok Sunyoto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Totok mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan sebilah sajam jenis pisau dan satu unit sepeda motor Yamaha milik terduga pelaku bernopol B-3530-VBG.
Ia menambahkan,kedua pemuda tersebut merupakan pelaku kriminalitas yang sedang mencari korban.
"Kami telah mengamankan barang bukti dan tersangka juga telah diamankan dan di bawa ke RS Kramat Jati Polri," jelasnya.
Belakangan diketahui kedua terduga pelaku berasal dari Lampung dan tercatat beralamat di Kresek, Tangerang.(DBI/RGI)
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang telah menjaring sebanyak 105 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang berada di wilayahnya sepanjang periode 2025.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews