Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TANGERANGNEWS.com-Prosesi pemakaman Quina Latisa Ramadhani, bayi berusia 1,5 tahun yang tewas dianiaya ibu kandungnya diselimuti isak tangis keluarga.
Balita tak berdosa itu dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (21/1/2019).

Pantauan TangerangNews, jenazah dimakamkan oleh keluarga angkat dan dikawal oleh jajaran Polsek Jatiuwung beserta Kecamatan Periuk sekira pukul 15.00 WIB.
Prosesi pemakaman tersebut diwarnai jerit tangisan keluarga asuh korban. Mereka tak kuasa menahan kesedihan yang meluap.
Mengetahui anak tirinya tewas dengan cara yang tak wajar karena dianiaya, Mulyadi yang merupakan orang tua asuh korban ini kerap kali terjatuh.
Ia yang merawat korban secara suka rela selama setahun lebih harus diapah oleh warga dan keluarganya agar dapat berjalan meninggalkan pemakaman sambil tertatih tatih.
"Ya Allah, Astaghfirullah nak," ucap Mulyadi berkali-kali sambil terisak-isak menatap Quina tertumpuk tanah.

Tak hanya Mulyadi, anak kandungnya yakni Roslina (tante korban) nun tampak pingsan setelah beberapa saat meninggalkan liang lahat Quina.
Tante angkat korban ini juga harus dibopong oleh beberapa pria untuk dapat keluar dari pemakaman karena tak sadarkan diri setelah menangis histeris.
Sebelumnya, Quina dikabarkan meninggal dunia lantaran dianiaya ibu kandungnya, Rosita, 28, hingga mengalami luka lebam-lebam di Kampung Gebang RT 04/03, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pada Jumat (18/1/2019).(RAZ/HRU)
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV) DNA secara gratis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews