Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-PDI Perjuangan dipastikan menguasai kursi anggota DPRD Kota Tangerang dalam Pileg 2019.
Partai yang dikenal dengan sebutan lambang moncong putih ini berhasil mendulang suara tertinggi dengan perolehan 180.762 suara.
"Alhamdulillah kami mampu mempertahankan 10 kursi," ujar Gatot Wibowo, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang kepada TangerangNews, Kamis (9/5/2019).
Menurut Gatot, perolehan suara tersebut berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi yang digelar KPU Kota Tangerang pada Rabu (8/5/2019) kemarin.
"Jadi perolehan suara kami juga mengalami kenaikan 14.074 suara dibanding tahun 2014 yang hanya memperoleh 166.688 suara," ucap Gatot.
Kata Gatot, caleg yang akan duduk di 10 kursi anggota DPRD Kota Tangerang periode 2019-2024 itu adalah Agus Setiawan dan Andri S Permana di Dapil 1. Sedangkan Epa Emilia dan Santa juga akan menjadi wakil rakyat dari Dapil 2.
Sementara dari Dapil 3 yaitu dirinya sendiri yang didampingi M. Rijal. Ada juga didapil 4 yang akan terpilih yaitu Anggraini Djatmika Ningsih dan Warta Supriatna. Yang terakhir di Dapil 5 yaitu Sumarti dan Suparmi.
"Perolehan ini berkat soliditas kader partai dari mulai akar rumput. Alhamdulillah, partai ini masih menjadi pilihan masyarakat Kota Tangerang," kata Gatot.
Gatot menambahkan bahwa sebanyak 40 persen kuota keterwakilan perempuan pun berhasil terpenuhi partainya.
"Selain kuota perempuan yang terpenuhi, pimpinan partainya pun milenial," tukas Gatot.(MRI/RGI)
TODAY TAGKebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews