Hari ini Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Diprediksi Capai 243 Ribu
Jumat, 28 Maret 2025 | 17:59
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
TANGERANGNEWS.com—Sejumlah kelompok pelajar asal Kota Tangerang diamankan polisi setelah mengikuti aksi demonstrasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, para pelajar asal kota berjuluk Akhlakul Karimah ini lebih baik menjalani aktivitas pembelajaran dibanding mengikuti aksi unjuk rasa.
"Jadi kita berharap untuk anak-anak pelajar lebih konsentrasi kepada pelajaran," ujar Arief di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (26/9/2019).
Arief menuturkan, Pemerintah Kota Tangerang telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun kelurahan, untuk mengajak kelompok-kelompok masyarakat dalam menjaga proses demokrasi dengan baik.
BACA JUGA:
"Makanya jangan sampai ada kerusuhan demokrasi yang harusnya menyampaikan aspirasi dengan baik, tapi ada terprovokasi sehingga menimbulkan kerugian," ucapnya.
"Bagimanapun kita semua sama-sama ingin membangun Indonesia lebih baik lagi," imbuhnya.
Arief tak melarang kelompok masyarakat dari unsur manapun yang ingin menyampaikan aspirasi.
Namun menurut dia, proses demokrasi di Indonesia justru berujung rusuh tanpa mengedepankan asas musyawarah.
Sehingga, Arief mengimbau kepada masyarakat Kota Tangerang untuk tetap menahan diri.
"Saya imbau kepada seluruh masyarakat untuk mampu menahan diri dan bisa menyuarakan harapannya, keinginannya, berkaitan dengan beberapa aturan-aturan ini dengan cara-cara yang tetap baik dan elegan," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan daftar mata pelajaran yang akan diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) bagi peserta didik sekolah.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.