Dari Rawa Air Menggenang, Begini Asal Usul Nama Cipondoh di Tangerang
Kamis, 23 April 2026 | 18:38
Cipondoh merupakan salah satu kelurahan yang cukup besar dan berkembang di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Warga terdampak banjir di kompleks Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang yang membutuhkan bantuan sangat miris.
Pasalnya, bantuan dari pemerintah maupun instansi lainnya terpusat di kompleks Ciledug Indah, Karang Tengah. Padahal, lokasi keduanya cukup dekat karena masih dalam satu kecamatan.

Menurut Kasie Kedaruratan BPBD Kota Tangerang Hambali Bakar, bantuan petugas dan pendirian posko masih terpusat di Ciledug Indah.
"Bantuan terpusat di sini, karena memang dari awal di sini," ujarnya saat ditemui TangerangNews di Ciledug Indah II.
Di Ciledug Indah, sejumlah posko telah didirikan. Posko itu diketahui dari pemerintah daerah, partai politik, kepolisian, hingga dari relawan.
"Kami masih fokus di sini," ungkapnya.
Para petugas di Ciledug Indah tampak masih sibuk menyisir pemukiman warga untuk evakuasi.


Sebagian petugas lainnya sibuk mengantar jurnalis-jurnalis televisi menorobos banjir. Ketinggian air yang menggenang di kawasan ini mencapai 60 centimeter.
Sementara di Pondok Bahar, menurut warga hingga kini belum mendapat bantuan maksimal. Posko juga belum didirikan. Padahal di lokasi ini sangat diperlukan.

Dari pantauan, air menggenangi pemukiman Pondok Bahar mencapai 90 centimeter. Warga masih sibuk menyelamatkan barang-barang yang dianggap berharga.
"Bantuan petugas baru ada tadi hanya dari TNI dan partai politik," tutur Indra.(RAZ/HRU)
Cipondoh merupakan salah satu kelurahan yang cukup besar dan berkembang di Kota Tangerang.
TODAY TAGDua laki-laki berinisial RF, 31, dan M, 28, diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) karena diduga menyalahgunakan atau memperjualbelikan obat keras golongan daftar G secara ilegal tanpa resep dokter.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews