Warga Kresek Tangerang Kembali Dilanda Banjir, 185 Rumah Terendam
Minggu, 18 Januari 2026 | 17:04
Banjir kembali merendam ratusan rumah warga di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Sabtu 17 Januari 2026.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang sempat lumpuh akibat tergenang banjir. Kini, lalu lintas kembali normal karena banjir telah surut, Jumat (3/1/2020).
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangerang Andhika Nugraha mengatakan, situasi lalu lintas terkini sudah normal. Semua jalur di Kota Tangerang bisa diakses pengguna jalan.
“Tapi kami tetap mengimbau, masyarakat atau pengendara tetap berhati-hati. Karena, hal tersebut bisa mengakibatkan tergelincir atau kecelakaan, pelan-pelan saja yang penting selamat sampai tujuan,” ujarnya.
Ia menyebut, jalur terakhir yang ditutup Dishub ialah Jalan Tengku Umar saat petugas melakukan pembersihan lumpur imbas banjir. Sekarang, akses tersebut sudah kembali buka dan dapat dilalui.
“Kasusnya jalur yang tidak bisa dilintasi imbas banjir atau sekadar genangan. Seperti, Jalan Hasyim Ashari, Tengku Umar, Arya Kemuning, MH Thamrin dan lainnya. Kemarin, Dishub membuat pengalihan arus dengan rekayasa menjadi contra flow bersama jajaran Kepolisian,” jelasnya.
Sebelumnya, ruas-ruas jalan tersebut sempat lumpuh pada Rabu-Kamis akibat banjir. Air sekitar 30-60 centimeter menggenangi jalur-jalur di Kota Tangerang.(RMI/HRU)
Banjir kembali merendam ratusan rumah warga di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Sabtu 17 Januari 2026.
TODAY TAGMusisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews