Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Banjir di Kota Tangerang menyebabkan meningkatnya volume sampah. Dinas Lingkungan Hidup setempat mencatat, volumen sampah pascabanjir mencapai 800 ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan pada hari biasa volume sampah dalam sehari 1.300 ton.
"Namun saat banjir hingga sore ini diperkirakan meningkat 60 persen atau sekitar 800 ton dari biasanya,” ungkapnya, Jumat (3/1/2020).
Ia pun mengungkapkan dalam proses pengangkutan sampah atau bersih-bersih banjir, pihaknya mengerahkan 775 petugas yang tersebar di seluruh titik banjir di Kota Tangerang.
Kata Dedi, petugas lingkungan hidup juga dibantu sejumlah instansi lainnya seperti Bidang Pertamanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan ratusan relawan.
“Semakin banyak petugas yang kami kerahkan, serta bantuan dari personel lainnya. Aksi bersih-bersih Kota Tangerang pascabanjir akan semakin cepat, dan Kota Tangerang akan kembali pulih,” katanya.
Kata Dedi, sejauh ini sampah yang diangkut petugas didominasi perabotan rumah tangga yang rusak akibat banjir. Seperti, springbed, kasur bekas, lemari, kayu-kayu, hingga batang-batang pohon.(RMI/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews