Kantor PLN Serpong Diserbu Komunitas Motor Listrik, Tujuannya Isi Daya Sebelum Touring
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:15
Halaman kantor PT PLN (Persero) UP3 Serpong mendadak dipenuhi motor listrik milik komunitas ALVA sebelum memulai perjalanan touring.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang disebut gagal mengatasi persoalan banjir yang melanda 13 kecamatan.
Menurut Anggota DPRD Kota Tangerang Edi Suhendi, Pemkot Tangerang terlihat tidak siap dan kurang adanya koordinasi dengan semua pihak dalam menghadapi banjir tersebut.
“Terlihat kepanikan di pemerintah kota dan masyarakat. Salah satunya berupa sangat kurangnya jumlah perahu dan SDM tanggap bencana,” ungkapnya kepada TangerangNews, Jumat (3/1/2020).
Dalam musibah banjir terdapat 267 titik wilayah yang tergenang dengan rata-rata ketinggian air 15-130 centimeter. Lokasi titik banjir itu tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang dengan jumlah warga terdampak 16.994 jiwa.
Edi mengaku turun ke lokasi banjir di Perumahan Ciledug Indah untuk membantu mengevakuasi warga. Ia menyebut banyak warga yang belum dievakuasi saat banjir melanda. Bahkan diketahui, empat korban jiwa meninggal dalam banjir.
“Satu perahu untuk ratusan sampai ribuan KK. Sehingga banyak warga yang tidak sempat dievakuasi. Sehingga terpaksa menunggu di rumah dengan keterbatasan bahan makanan,” ucapnya.
Banjir yang terjadi disebabkan meningkatnya debit air hingga terjadi luapan akibat tingginya curah hujan di Kota Tangerang. Selain meluap, derasnya air juga menjebol sejumlah tanggul.
“Jebolnya beberapa tanggul menunjukkan kualitas pembuatannya yang perlu dievaluasi,” katanya.
Ia menyampaikan setelah banjit ini perlu adanya persiapan tanggap bencana yang tersistem, sehingga selalu siap setiap saat. Hal ini, kata dia, dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat karena ada jaminan dari sistem tanggap bencana yang handal, terintegrasi dari tingkat wali kota, pihak swasta, ormas, hingga RT.
“Adanya anggaran yang cukup dalam proses tanggap bencana,” jelasnya.
Ia menambahkan perlu dibuat gerakan untuk menambah resapan air dan pembuatan tandon air, serta penghijauan dan budaya hidup bersih dan sehat.
“Jadi, kami menyimpulkan Pemkot Tangerang gagal dalam mengatasi banjir,” pungkasnya.(RMI/HRU)
Halaman kantor PT PLN (Persero) UP3 Serpong mendadak dipenuhi motor listrik milik komunitas ALVA sebelum memulai perjalanan touring.
TODAY TAGTelkomsel secara khusus melakukan pengujian dan optimalisasi jaringan di jalur KRL Commuter Line Rawabuntu, Kota Tangerang Selatan hingga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Layanan transportasi umum Bus Tayo dan Angkot Si Benteng kembali digratiskan dalam rangka libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu 27 Mei 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews