Connect With Us

Diduga Dibekingi Oknum, Truk Luar Daerah Leluasa Buang Sampah di Kota Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 27 Januari 2020 | 18:14

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Dedi Suhada saat memberikan keterangannya terkait peristiwa truk muatan sampah dari luar daerah yang masuk ke Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Dedi Suhada mengungkapkan praktik truk luar daerah membuang sampah di Kota Tangerang terutama di TPA Rawa Kucing sudah lama terjadi. 

Menurutnya, modus truk asal luar daerah membuang sampah di Kota Tangerang ini masuk ke TPA Rawa Kucing melalui jalur atau pintu 1 dan 2 atau akses masuk-keluar.

"Hasil pantauan kami (praktik ini) sudah cukup lama," ujarnya kepada TangerangNews di TPA Rawa Kucing, Senin (27/1/2020).

Diduga praktik ini melibatkan oknum. Oknum ini disebut Dedi akan diselidiki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Dedi berharap oknum tersebut bukan berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.

"Nanti coba kita selidiki tapi rasanya mudah-mudahan tidak ada (keterlibatan) orang dalam untuk membekingi ini," katanya.

Tampak petugas menunjuk truk sampah dari luar daerah yang masuk ke Kota Tangerang.

Dedi enggan bila pengawasan truk pengangkut sampah luar daerah itu lemah. Yang jelas, kata dia, pihaknya telah memberikan tindakan sejak mengetahui adanya praktik ini. Namun, tindakan dilakukan secara persuasif.

"Sebetulnya secara persuasif kita sudah memberikan peringatan-peringatan melalui Kepala UPT TPA Rawa Kucing," katanya.

Dedi tak mempermasalahkan seberapa banyak oknum-oknum tersebut memperoleh keuntungan dalam praktik ini. Namun yang menjadi perhatiannya adalah kondisi TPA Rawa Kucing yang kapasitasnya kian menyempit.

"Sebetulnya kita tidak lebih kepada bisnis orientednya. Tetapi kita khawatirkan tentunya dari kapasitas dan umur TPA ini yang kurang lebih 30 tahun walaupun luasannya 34,8 hektare. Tentunya tanpa penataan akan lambat laun semakin numpuk," jelasnya.

Berdasarkan salinan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, terdapat 20 truk luar daerah dengan kode nopol B dan A yang teridentifikasi membuang sampah di Kota Tangerang terutama TPA Rawa Kucing. Sementara satu truk di antaranya yang mengangkut limbah perhotelan dan restoran berasal dari Tangsel telah diamankan.

Penelusuran TangerangNews, praktik truk luar daerah membuang sampah di Kota Tangerang sudah terjadi sejak Mei 2019. Hal ini dibenarkan Kepala UPT TPA Rawa Kucing Diding Sudirman. Ia menyebut praktik itu memang marak. Menurutnya, truk luar daerah sebelumnya membuang sampah di TPS liar di lahan-lahan dekat kawasan TPA Rawa Kucing.

"Ya, memang betul itu areanya di dekat kuburang (samping TPA). Tapi sekarang sudah kami tutup kawasan itu," tuturnya.

Kata Diding, pihaknya telah memberikan kompensasi selama tiga bulan terhitung Oktober-Desember 2019 bagi truk-truk luar daerah yang membuang sampah di TPS liar. Namun, kompensasi ini tak diindahkan sehingga pihaknya terpaksa menutup TPS liar itu dengan pagar dan plang.

Ia menyebut penutupan akses TPS liar itu kini berdampak pada maraknya praktik truk-truk luar daerah yang membuang sampah di TPA Rawa Kucing.

"Jadi dulu itu penindakan kami dengan memberikan kompensasi waktu tiga bulan. Nah, dampak penutupan TPS liar malah ke sini (TPA Rawa Kucing)," ungkapnya.

Kota Tangerang memiliki Peraturan Daerah (Perda) No 3/2009 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam Pasal 19 disebutkan bahwa setiap orang dilarang mendatangkan sampah dari luar Kota Tangerang.

Sementara dalam Pasal 24 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang Agus Prasetyo menuturkan dalam memberantas truk-truk luar daerah yang membuang sampah di Kota Tangerang ini diperlukan peran masyarakat maupun Trantib.

"Peran wilayah harus dimaksimalkan. Jadi, kalau ada emergency, kami tindak," katanya.

Ia mengaku serius memberantas persoalan ini, meskipun penindakan selama ini hanya sebagai shock teraphy bagi pelanggar. 

"Ke depan kita tipiring untuk efek jera supaya betul-betul serius menjaga TPA," pungkasnya. (RMI/RAC)

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

BANDARA
Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:15

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperluas fungsi InJourney Airports Learning Center (IALC) di kawasan Bandara Soekarno-Hatta agar dapat diakses oleh seluruh pelaku industri aviasi nasional maupun global.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill