Connect With Us

Arief Sebut Pemberitaan Banjir Meresahkan Warga Terdampak

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 6 Februari 2020 | 22:01

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengungkapkan pemberitaan yang tersiar di media massa tentang banjir Periuk meresahkan warga terdampak.

"Banyak berita yang judulnya meresahkan masyarakat," ujar dia dalam jumpa pers di Plaza Puspemkot Tangerang, Kamis (6/2/2020).

Menurutnya, judul-judul dan narasi yang direkonstruksi dalam pemberitaan merugikan Pemkot Tangerang.

Kata dia, dalam berita yang tersiar pula Pemkot Tangerang seolah tidak memiliki solusi penanganan banjir tahunan ini.

Hal ini membuat masyarakat mempertanyakan peran pemerintahnya. 

"Ada berita Pemkot Tangerang menyerah, Pemkot hanya bisa berdoa, dan enggak punya solusi. Masyarakat mempertanyakan penanganan kita," katanya. 

Ia berharap pemberitaan di media massa tak membuat masyarakat terutama warga terdampak banjir resah.

Ia ingin warga terdampak banjir bisa melewati musibah ini tanpa dibayang-bayangi kegelisahan. 

"Perlu disampaikan sehingga masyarakat yang dapat musibah jangan lagi resah," pungkasnya.(RMI/HRU)

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

KAB. TANGERANG
DPRD Kabupaten Tangerang Tunggu Regulasi Pusat untuk Bentuk Perda Anti-LGBT

DPRD Kabupaten Tangerang Tunggu Regulasi Pusat untuk Bentuk Perda Anti-LGBT

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:38

Terkait usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan dan pencegahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat dan DPR RI, sebagai dasar hukum

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill