Connect With Us

Banjir di Periuk Mulai Surut, Ini Jalur yang Bisa Dilintasi 

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 7 Februari 2020 | 11:36

Banjir mulai surut di kawasan priuk, Pengendara sepeda motor maupun mobil tampak telah berjalan dengan normal. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com–Banjir di kawasan Periuk, Kota Tangerang mulai surut, Jumat (7/2/2020). Sejumlah jalur pun kini dapat dilintasi kendaraan.

Pengendara sepeda motor maupun mobil tampak telah melintasi Jalan Regency, jalur Jembatan Alamanda dan jalur Situ Bulakan.

"Akses jalan utama sudah semua bisa dilintasi," ujar Andhika Nugraha, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Tangerang kepada TangerangNews. 

Namun, kata Andhika, kawasan pemukiman seperti Perumahan Total Persada dan Garden City belum dapat dilintasi kendaraan. 

Ia menyebut, saat ini pihaknya tengah melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak banjir. Puluhan personel pun dilibatkan. 

"Pada saat tergenang dan belum bisa dilintasi, kita tidak kurang 50 personil yang disebar untuk pengaturan lalu lintasnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menyebut banjir yang melanda kawasan Periuk surut pada Jumat ini. 

"Mudah-mudahan air surut paling cepat besok. Paling selambat-lambatnya minggu," ujar Arief dalam jumpa pers di Plaza Puspemkot Tangerang, Juma'at (7/2/2020).

Arief menyebut titik banjir di Periuk mulai berkurang. Dari 18 titik banjir, kini air hanya menggenangi Perumahan Total Persada, Mutiara Pluit, Periuk Damai, Alamanda hingga Garden City.

Menurutnya, pengurangan debit air dilakukan dengan 45 alat pompa yang dikerahkan di titik-titik banjir. 

Selain itu, kata Arief, pihaknya juga mengerahkan 23 mobil tangki untuk memaksimalkan penyedotan genangan air. (RAZ/RAC)

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

KOTA TANGERANG
Sidang Putusan Kasus Istri Bunuh Suaminya Bos Jamu di PN Tangerang Ricuh

Sidang Putusan Kasus Istri Bunuh Suaminya Bos Jamu di PN Tangerang Ricuh

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:41

Sidang pembacaan putusan kasus pembunuhan bos jamu, Joni dengan terdakwa Elsa Marlina yang merupakan istrinya, di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten pada Rabu 21 Oktober 2026 berujung ricuh.

KAB. TANGERANG
Rumah Warga Curug Tangerang Dibobol Maling saat Ditinggal ke Luar Kota, Perhiasan hingga Motor Raib

Rumah Warga Curug Tangerang Dibobol Maling saat Ditinggal ke Luar Kota, Perhiasan hingga Motor Raib

Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:36

Rumah di Binong Permai, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, dibobol maling saat ditinggal penghuninya bepergian ke luar kota.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill