Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com–Bangunan Pasar Royal yang terbengkalai di Jalan Benteng Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang terendam banjir.
Namun, karena tak terjaga, kondisi ini dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air atau berenang.
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Pasar Royal untuk menindaklanjuti fenomena membahayakan anak-anak tersebut.
"Ini keluhan masyarakat kami tindak lanjuti, karena sudah pasti membahayakan anak-anak yang berenang," ujarnya selepas sidak, Rabu (11/3/2020).

Banjir yang menggenangi Pasar Royal itu bersumber dari hujan. Air itu pun tak mengalir karena Pasar Royal tidak memiliki saluran pembuangan.
Menurut Sachrudin, para petugas BPBD Kota Tangerang sedang melakukan penyedotan rendaman air Pasar Royal.
Air yang disedot disalurkan ke area Apartemen Royal yang juga menjadi bangunan terbengkalai.
"Untuk sementara kami sedot airnya dulu. Dilakukan petugas BPBD," katanya.
Sachrudin mengungkapkan pembangunan Pasar Royal dan Apartemen Royal sudah terbengkalai sejak beberapa tahun terakhir. Diduga, pengembang Taman Royal yakni PT Cahaya Baru Raya Realty (CBRR) membiarkan pembangunan itu.
"Tentu kami akan lakukan langkah-langkah. Karena kondisi ini sangat berdampak ke masyarakat," pungkasnya.(RMI/HRU)
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TODAY TAGPolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews