KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com–Bangunan Pasar Royal yang terbengkalai di Jalan Benteng Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang terendam banjir.
Namun, karena tak terjaga, kondisi ini dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air atau berenang.
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan inspeksi mendadak ke lokasi Pasar Royal untuk menindaklanjuti fenomena membahayakan anak-anak tersebut.
"Ini keluhan masyarakat kami tindak lanjuti, karena sudah pasti membahayakan anak-anak yang berenang," ujarnya selepas sidak, Rabu (11/3/2020).

Banjir yang menggenangi Pasar Royal itu bersumber dari hujan. Air itu pun tak mengalir karena Pasar Royal tidak memiliki saluran pembuangan.
Menurut Sachrudin, para petugas BPBD Kota Tangerang sedang melakukan penyedotan rendaman air Pasar Royal.
Air yang disedot disalurkan ke area Apartemen Royal yang juga menjadi bangunan terbengkalai.
"Untuk sementara kami sedot airnya dulu. Dilakukan petugas BPBD," katanya.
Sachrudin mengungkapkan pembangunan Pasar Royal dan Apartemen Royal sudah terbengkalai sejak beberapa tahun terakhir. Diduga, pengembang Taman Royal yakni PT Cahaya Baru Raya Realty (CBRR) membiarkan pembangunan itu.
"Tentu kami akan lakukan langkah-langkah. Karena kondisi ini sangat berdampak ke masyarakat," pungkasnya.(RMI/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat peran Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melalui kegiatan peningkatan kapasitas yang digelar di Ruang Al Amanah lantai 5, Kamis 10 September 2026.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews