PET KINGDOM Kembali Gelar CARE FOR PAW, Salurkan 34,2 Ton Makanan Hewan untuk Shelter Anabul
Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:24
PET KINGDOM kembali menggelar program CARE FOR PAW bertema “Kebaikan untuk Anabul” pada September hingga November 2026.
TANGERANGNEWS.com-Walaupun di rumah saja untuk mencegah penularan COVID-19, tetapi belanja di pasar tetap bisa dilakukan.
Pasalnya, PD Pasar Kota Tangerang menerapkan pelayanan belanja kebutuhan pangan masyarakat secara online yang dapat diorder melalui saluran telepon.
Direktur Utama PD Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati mengatakan saat ini masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok secara online, sehingga tidak perlu pergi ke pasar untuk menghindari kerumunan.
“Ya, masyarakat tinggal menghubungi para pedagang melalui saluran telepon yang terdaftar,” ujarnya saat dikonfirmasi TangerangNews, Rabu (25/3/2020).
Dalam pasar online ini, kata Titien, pembeli dapat memesan kebutuhan pokok seperti sembako, sayur-mayur, daging hingga bumbu-bumbu masak.
“Kebijakan ini kami terapkan demi meminimalisir wabah COVID-19,” katanya.
Menurut Titien, pasar yang sudah beroperasi dengan menerapkan pelayanan penjualan online, yakni Pasar Anyar dan Pasar Poris Indah.
Ia menyebut masyarakat tinggal menghubungi hotline Pasar Anyar, 08561572636 dengan waktu operasional Senin-Minggu pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB.
Sedangkan hotline Pasar Poris Indah, 081281222866 dengan waktu operasional Senin-Minggu pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB.
“Pemesanan langsung dilakukan kepada pedagang dengan sistem pengantaran kesepakatan antara pedagang dan konsumen dan kualitas barang pesanan merupakan tanggung jawab pedagang dan di luar tanggung jawab manajemen,” paparnya.(RMI/HRU)
TODAY TAGPET KINGDOM kembali menggelar program CARE FOR PAW bertema “Kebaikan untuk Anabul” pada September hingga November 2026.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews