Connect With Us

Wujudkan Pemerataan Pembangunan Kota Tangerang Lewat Dana Kelurahan

Advertorial | Selasa, 31 Maret 2020 | 11:45

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengecek pembangunan wilayah. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang terus memeratakan pembangunan ke seluruh wilayah. Selain dengan membangun sarana dan prasarana, program pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus pemerintahan. Komitmen itu ditunjukkan dengan menggelontorkan anggaran lewat dana kelurahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Sugiharto Achmad Bagdja menyampaikan, pada tahun anggaran 2020, pemerintah menggelontorkan anggaran dana kelurahan berkisar Rp251 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan lima persen APBD Kota Tangerang.

Adapun anggaran yang bersumber dari DAU pada tahun ini sebesar Rp35 miliar dan sisanya merupakan alokasi Pemda.

Dana kelurahan itu, jelasnya, dibagi untuk 104 kelurahan di 13 kecamatan. Nantinya, dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan sarana dan prasaran di masing-masing kelurahan.

"DAU untuk sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat. Sementara dari APBD untuk urusan Ekonomi Pembangunan (Ekbang), Tata Pemerintahan (Tapem) dan Kemasyarakatan (Kemas)," jelasnya, Selasa (31/3/2020).

Diharapkan dengan digelontorkannya dana kelurahan, akan memberikan dampak positif pada percepatan penanganan berbagai kendala, dalam penyediaan layanan publik di wilayah perkotaan hingga kelurahan. 

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengecek pembangunan wilayah.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah juga meminta pihak kelurahan termasuk kecamatan, mengoptimalkan pengelolaan dana kelurahan, baik yang diberikan pemerintah pusat melalui  DAU maupun Pemkot Tangerang.

Dengan jumlah dana kelurahan yang tidak sedikit ini, ia meminta kegiatan tahun depan harus berawal dari apa yang diusulkan masyarakat. Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Tangerang baik di kelurahan maupun kecamatan harus turun langsung ke lapangan.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengecek pembangunan wilayah.

“Lihat apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan masyarakat untuk memastikan penganggaran sesuai dengan kebutuhan di tiap wilayah,” tambahnya.

Menurutnya, dana kelurahan juga dianggarkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di lingkungan tempat tinggalnya. Karenanya, Arief ingin memastikan keterlibatan masyarakat dapat dimaksimalkan. Intinya, mengajak masyarakat agar semakin mandiri dan kreatif dalam membangun lingkungan.

Lurah Cipete, Kecamatan Pinang, Solihin menjelaskan, pihaknya telah menerima dana kelurahan Tahun 2020 dari APBD sebesar Rp 2.194.681.719. Dana tersebut yang dialokasikan untuk pos kegiatan pembinaan Tapem, Ekbang dan pembinaan Kemas.

Sedangkan dari APBN, pihaknya menerima sebesar Rp350 juta yang digunakan untuk Ekbang dan Pemberdayaan Kemasyarakatan.

"Semua dana kelurahan yang diterima itu, sudah ada alokasi peruntukannya. Dana itu tidak bisa dialihkan ke peruntukan yang lain," jelasnya.(ADV)

WISATA
Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:14

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

OPINI
Menakar Kembali Pilkada: Mengembalikan Mandat Kepala Daerah ke DPRD

Menakar Kembali Pilkada: Mengembalikan Mandat Kepala Daerah ke DPRD

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:51

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung selama hampir dua dekade terakhir telah menjadi simbol penting demokrasi lokal di Indonesia.

NASIONAL
Sopir Truk Protes Pembatasan Operasional Lebaran 2026, Khawatir Kehilangan Penghasilan

Sopir Truk Protes Pembatasan Operasional Lebaran 2026, Khawatir Kehilangan Penghasilan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:17

Rencana pembatasan operasional angkutan barang selama periode Lebaran 2026 memicu kegelisahan di kalangan sopir truk logistik, khususnya pengemudi kendaraan sumbu tiga yang mengangkut barang non-sembako.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill