Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com–Buruh di Kota Tangerang tidak memiliki rencana demonstrasi pada perayaan May Day atau 1 Mei 2020 karena mendukung penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun jika Omnibus Law Cipta Kerja disahkan DPR RI, buruh tetap turun ke jalan untuk demonstrasi.
Ketua PC FSPTSK KSPSI Kota Tangerang, Hendi Purnomo mengatakan, isu yang diangkat dalam perayaan May day adalah tentang penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.
"Kita sampai sekarang menolak rencana penetapan Omnibus Law," ujarnya kepada TangerangNews, Selasa (21/4/2020).
Para buruh akan mengurungkan niat unjuk rasa selama merebaknya pandemi COVID-19 di Indonesia terutama Tangerang. Hal ini untuk mendukung penerapan PSBB.
"Cuma kita tetap tidak bisa gelar pasukan karena saya yakin teman-teman buruh dihadapkan dengan aparat," katanya.
Namun, jika RUU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan DPR RI, pihaknya tidak akan mengindahkan PSBB dengan tetap menggelar demonstrasi besar-besaran.
"Sekarang kami sedang konsolidasi. Kalau nanti Omnibus Law ditetapkan pasti chaos," pungkasnya. (RMI/RAC)
TODAY TAGKawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews