Connect With Us

22 RW Zona Merah di Kota Tangerang Terapkan PSBL, Ini Rinciannya

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 15 Juni 2020 | 13:30

Para pelanggar PSBB di Rapid test kesehatan di kantor Kecamatan Karawaci, Jalan Proklamasi, Cimone, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Rukun Warga (PSBL-RW) untuk menekan penyebaran COVID-19 hingga tingkat RW.

Pemerintah juga telah memetakan lingkungan RW yang akan menerapkan pengetatan protokol kesehatan ini. 

Dari total 1014 RW di Kota Tangerang, sebanyak 22 RW masuk dalam kategori zona merah, 62 RW zona kuning dan sisanya zona hijau penyebaran COVID-19. 

Kepala Dinas Kesehatan Liza Puspadewi mengatakan jumlah RW yang berpotensi tinggi dalam penyebaran COVID-19 di wilayahnya menurun. 

"Ada penurunan signifikan jumlah RW dengan kasus positif Virus Corona, karena sebelumnya ada 250 RW. Berkat usaha kita bersama, sekarang tinggal 86 RW yang masih terdapat kasus konfirm positif Virus Corona," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020). 

Klasifikasi tersebut berasal dari jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di setiap RW berdasarkan tracing yang dilakukan dinas kesehatan.

"Misal bila di suatu RW ada dua kasus positif Corona maka RW tersebut masuk Zona Merah, kalau ditemukan ada satu kasus positif Corona berarti masuk Zona Kuning, dan kalau tidak ditemukan kasus, berarti masuk Zona Hijau," terangnya.

Terkait akan dilaksanakannya PSBL, Liza menyebut akan melakukan deteksi kasus secara masif ke wilayah yang menjadi lokasinya.

"Kita lakukan pemeriksaan diagnostic dengan Rapid Test atau PCR, termasuk kita juga sediakan layanan kesehatan pada tempat isolasi mandiri yang ditetapkan oleh pemerintah daerah," pungkasnya.

Adapun ke-22 RW yang masuk dalam zoba merah diantaranya :

 

1. Kec Batuceper

Kel Batuceper RW 4

 

2. Kec Benda

Kel Jurumudi RW 3 dan RW 4

Kel Jurumudi Baru RW 8

Kel Pajang RW 4

 

3. Kec Cibodas

Kel Cibodas RW 3

Kel Cibodas Baru RW 12

 

4. Kec Ciledug

Kel Paninggilan RW 13

Kel Sudimara Jaya RW 2

 

5. Kec Cipondoh

Kel Poris Plawad RW 1

 

6. Kec Karangtengah

Kel Karang Mulya RW 5

Kel Pondok Pucung RW 3

 

7. Kec Karawaci

Kel Koang Jaya RW 1

 

8. Kec Larangan

Kel Kreo Selatan RW 2 dan RW 6

 

9. Kec Neglasari

Kel Karangsari RW 3

 

10. Kec Periuk

Kel Gebang Raya RW 20

Kel Gembor RW 8

Kel Sangiang Jaya RW 7

 

11. Kec Pinang

Kel Neroktog RW 4

 

12. Kec Tangerang

Kel Buaran Indah RW 5

Kel Buaran Indah RW 6

Kel Cikokol RW 3

Kel Kelapa Indah RW 7

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

TANGSEL
Bukan Bom, Ledakan Hebat di Pasar Cimanggis Ciputat Diduga Akibat Tabung Gas Pematang Buah

Bukan Bom, Ledakan Hebat di Pasar Cimanggis Ciputat Diduga Akibat Tabung Gas Pematang Buah

Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:34

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri bersama jajaran terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti ledakan hebat yang mengguncang Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan,

KAB. TANGERANG
Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:42

Kebakaran hebat melanda gudang paralon (PVC) milik PT Mitra Bangun Abadi (PIPA ONE PLUS) di Jalan Angsana Lestari II, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Selasa sore 13 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill