ITTS Jadi Kampus Pertama di Asia Tenggara yang Masuk Ekosistem WordPress Credits
Kamis, 17 September 2026 | 18:01
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TANGERANGNEWS.com–Tangan kanan pria berinisial A yang mengalami retardasi atau keterbelakangan mental hampir putus akibat dibacok oknum anggota organisasi masyarakat (ormas).
Insiden pembacokan itu terjadi di depan minimarket, Jalan Sunan Giri, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, pada Selasa (28/7/2020) malam.
"Jam 9 malam, ada kelompok ormas lewat dan si A ini salah ucap, terus langsung dibacokin," ujar saksi mata, RN, Rabu (29/7/2020).
Korban kesehariannya berada di minimarket tersebut untuk bermain atau nongkrong. Korban juga memiliki keterbelakangan mental.
RN menyebut pembacokan diduga dipicu karena salah ucap ketika kelompok ormas tersebut lewat.
"Memang anaknya kurang (gangguan kejiwaan). Lagi juga ormasnya arogan kenapa langsung main bacok," ujarnya.
Saat kejadian berlangsung masyarakat sekitar tak dapat berbuat banyak. Terlebih, pelaku yang diketahui sebagai oknum ormas memegang senjata tajam. "Mana ada yang berani," kata RN.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bacok. Tangan kanannya nyaris putus dan wajahnya luka-luka.
Kini korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan medis.
"Pelakunya kabur saat korban dibawa sama warga ke rumah sakit dengan keadaan berlumur darah," pungkas RN.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkain peristiaa pembacokan tersebut.(RAZ/HRU)
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews