Connect With Us

Tolak RUU Ciptaker, Ribuan Buruh Tangerang Demo ke DPR RI

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:17

Para buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Banten saat berunjuk rasa menuju ke DPR RI, di Jakarta. (TangerangNews.com / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Ribuan massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Banten bertolak ke DPR RI, Selasa (25/8/2020). 

Massa buruh yang berangkat dari titik kumpul Cikokol, Kota Tangerang tersebut hendak berunjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Rombongan buruh berangkat secara konvoi menggunakan sepeda motor hingga bus dari Cikokol via Daan Mogot untuk bisa tiba di gedung DPR RI, Jakarta.

Namun, konvoi tersebut sempat membuat arus lalu lintas macet. Sebab, rombongan ini menutup satu jalur jalan yang dilintasinya.

Ketua DPD KSPSI Banten Dedi Sudarajat mengatakan buruh yang berangkat dari Banten menuju gedung DPR ini berjumlah sekitar 10 ribu orang. 

Adapun titik kumpulnya tak hanya di Cikokol, melainkan di Jatiuwung, Balaraja, dan Tanah Tinggi. Mereka kompak menolak RUU Ciptaker. 

"Kita minta RUU itu dicabut. Isi dari klaster ketenagakerjaan itu mendegradasi kesejahteraan buruh," ujarnya. 

DPR tetap membahas Omnibus Law Ciptaker para buruh akan melakukan demonstasi lebih besar. 

"Jadi, kita akan unjuk rasa terus-menerus dan kalau DPR RI tetap membahas Omnibus Law kita akan mogok nasional," pungkasnya.(RAZ/HRU)

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill