Hari ini Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Diprediksi Capai 243 Ribu
Jumat, 28 Maret 2025 | 17:59
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
TANGERANGNEWS.com–Cai Changpan, 53, kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang, dengan cara membuat jalur tikus di gorong gorong lapas.
TangerangNews sempat melihat selokan yang menjadi lokasi kaburnya napi kasus narkoba pada pekan lalu tersebut. Selokan itu berada di halaman indekos. Lokasinya di samping kiri Lapas Kelas 1 Tangerang.
Selokan yang menjadi jalur tikus itu tampak kecil alias hanya cukup dilewati satu orang dewasa dengan cara merangkak.
Di kolong selokan terdapat lubang yang menjadi saluran air. Lubang itu tempat keluarnya Cai Changpan kabur. Kini, lubang tersebut pun telah ditutup petugas.
Warga setempat, Putra, 34, mengaku tak melihat proses napi yang kabur pada Senin (14/9/2020) dini hari lalu. Ia baru mengetahui adanya informasi napi kabur saat siang harinya.
"Saya enggak lihat langsung kaburnya. Saya tahunya dari pertama kali dengar saat di depan rumah," ujarnya.
Sementara Kabag Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Aprianti menyebut hingga kini pihaknya masih melakukan investigasi dan pencarian ihwal kasus napi kabur ini.
Dalam investigasi, pihaknya memeriksa para petugas atau sipir, napi yang kerap kontak langsung maupun yang sekamar dengan Cai Changpan.
"Pencarian masih terus dilakukan baik dari lapas, polres dan polda. Jadi, tim investigasi masih melakukan pemeriksaan," katanya.(RAZ/HRU)
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga. Tahun ini, suasana terdapat empat rekomendasi film Indonesia terbaru yang siap menghibur penonton di bioskop.
Stadion Indomilk Arena Kabupaten Tangerang menjadi salah satu dari 17 stadion di Indonesia yang diesmikan Prabowo Subianto, Selasa 18 Maret 2025.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.