Seorang pelaku pencuri ponsel yang hendak mencuri di Jalan Cipto Mangunkusumo, Ciledug, Kota Tangerang, Minggu (4/10/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )
TANGERANGNEWS.com–Dua bulan terakhir, warga Ciledug, Kota Tangerang dihebohkan dengan banyaknya kasus pencurian telpon genggam dan uang yang korbannya para pedagang.
Kali ini, kasus tersebut menimpa penjual buah segar di Jalan Cipto Mangunkusumo, Ciledug atau tepatnya di samping klinik DR Ny Agung (Prima Medika).
Menurut Eky, salah satu pedagang yang menjadi korban tersebut, insiden pencurian ponsel ini terjadi pada Jumat (2/10/2020) pagi.
"Ada tiga HP yang diambil. Dua merek Samsung dan satu Vivo," ujarnya, Minggu (4/10/2020).
Aksi maling tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar bangunan.
Dari pantauan CCTV, maling itu datang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor metic pukul 07.23 WIB. Mereka memanfaatkan kelengahan pedagang yang tengah tertidur.
"Tiga HP itu kita taruh di meja, sadarnya HP hilang sekitar jam 09.00 WIB. Kirain lagi dipegang temen tau-taunya hilang semua itu," terangnya.
Hanya butuh sekitar 6 menit maling tersebut berhasil membawa kabur tiga HP milik pedagang.
Ternyata kejadian itu bukanlah yang pertama. Sebelumnya, uang hasil dagangan senilai Rp2 juta beserta tas-tasnya juga raib diambil maling pada pagi hari.
Maling HP juga pernah dialami oleh pemilik toko kelontong yang ada tepat disamping toko buah itu. Namun, kejadian itu terjadi pada sore hari.
"Baru beberapa minggu kemarin HP saya hilang juga, kalau dilihat CCTV sepertinya pengguna motor juga yang ambil pura-pura belanja," kata pemilik warung kelontong, Yuli.
Dia berharap agar kepolisian menindak lanjuti kasus tersebut, karena meresahkan masyarakat khususnya pedagang kecil. Jangan sampai, kejadian ini kembali terulang dikemudian hari.
"Semoga cepet ketangkep malingnya biar jera dan warga Ciledug khususnya pedagang bisa berjualan kembali dengan tenang," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""