Connect With Us

Bantaran Cisadane Tangerang Digarap Jadi Urban Farming

Advertorial | Jumat, 6 November 2020 | 13:08

Pertanian di Kelurahan Koang Jaya. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Bantaran Sungai Cisadane Kota Tangerang digarap Dinas Ketahanan Pangan (DKP) bersama warga Kelurahan Koang Jaya menjadi urban farming atau pertanian urban.

Pada tahap awal, DKP menyerahkan 600 bibit sayuran untuk diolah di lahan 3.800 meter persegi mulai dari sayuran kangkung, cabai, tomat, terong hingga porang. 

"Program urban farming di bantaran Sungai Cisadane memang menjadi fokus DKP, setelah menggarap 380 ribu pohon produktif untuk warga terdampak pandemi COVID-19. Kali ini, DKP menggarap lahan-lahan tidur di pemukiman warga," ungkap Abduh Surahman, Kepala DKP Kota Tangerang, Jumat (6/11/20).

Dalam program ini DKP membantu membuka lahan, pembagian bibit, proses pengolahan lahan hingga panen. 

“Dengan memanfaatkan lahan di sini secara berkelanjutan, Insyaallah nanti hasil panennya juga dapat dinikmati bersama-sama,” kata Abduh. 

Warga setempat, Gandi yang ikut menggarap lahan bantaran Sungai Cisadane antusias untuk mengikuti program ketahanan pangan ini. 

Terlebih bagi dia program ini bisa membantunya dan teman-teman lainnya sekaligus untuk mengisi waktu luang di masa pandemi dengan kegiatan yang positif. 

"Daripada jadi lahan kumuh, cuma bengong-bengong diam diri di rumah, mending seperti ini, bercocok tanam. Bisa buat Konsums sendiri dan bagi-bagi tetangga,” pungkasnya.(ADV)

HIBURAN
Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:18

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan interaktif bagi para penumpang anak-anak beserta keluarga, dalam menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis 23 Juli 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill