Connect With Us

Vaksin di Banten Untuk 8 Juta Jiwa, Disimulasi Desember 2020

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 12 November 2020 | 13:34

Gubernur Banten Wahidin Halim saat menyampaikan pengupayaan vaksin di bilangan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (12/11/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Pemerintah sedang mengupayakan vaksinasi untuk masyarakat Provinsi Banten demi menekan penyebaran COVID-19. 

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan teritorialnya akan menerima kuota vaksin untuk 8.137.000 orang. 

"Simulasinya digelar November atau Desember ini," ujarnya saat ditemui di bilangan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (12/11/2020). 

Pria yang akrab disapa WH ini menuturkan kuota vaksinasi diutamakan untuk tim medis. Setelah para medis, vaksinasi ditujukan untuk para petugas seperti Satpol PP. 

"Lalu untuk Gugus Tugas, wartawan, dan masyarakat biasa," katanya. 

Mantan Wali Kota Tangerang dua periode itu menyampaikan perkembangan daerah zona oranye penyebaran COVID-19 di Banten yang berkurang dari delapan menjadi enam kabupaten/kota. 

Saat ini, dua daerah yaitu Kabupaten Tangerang dan Pandeglang telah berubah warna menjadi zona kuning. 

WH menambahkan walaupun kondisi semakin baik dan tingkat penyembuhan semakin tinggi, tetapi jumlah masyarakat yang terpapar juga semakin tinggi. 

"Tingkat kesembuhan sekarang 89 persen. Selama virus masih ada, kami tetap berlakukan PSBB dengan pelonggaran," pungkasnya. (RAZ/RAC)

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

BISNIS
Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill