Suasana Stadion Benteng di Jalan TMP Taruna masih dalam proses renovasi, Kota Tangerang, Jumat (18/12/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )
TANGERANGNEWS.com—Stadion Benteng di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang hingga kini masih dalam proses renovasi, Jumat (18/12/2020).
Berdasarkan pantauan TangerangNews, para petugas dari Pemerintah Kota Tangerang melakukan pengerjaan untuk aspal jalur atletik.
Tampak aspal yang mengitari lapangan bekas maskas Persita Tangerang itu mulai terbentuk. Nantinya, masyarakat bisa memanfaatkan jalur atletik ini untuk olahraga jogging.
Selain jalur atletik, para petugas juga tengah memperbaiki halaman atau bagian luar Stadion Benteng agar layak untuk kendaraan pengunjung.
"Masih proses pengerjaan, kira-kira sudah 60 persen," ujar Arif, salah satu petugas di Stadion Benteng.
Adapun pengerjaan yang sudah rampung adalah tribun penonton pada sisi barat, sementara sisi timur masih belum tersentuh.
Tribun penonton yang sisi barat terlihat sangat unik, karena bangku-bangkunya berwarna-warni. Sehingga jika dilihat dari kejauhan bertuliskan huruf TNG.
"Tribunnya juga semua akan beratap seperti VIP," katanya.
Sementara pada bagian dalam stadion atau bawah tribun, Pemkot Tangerang telah melengkapi empat toilet VVIP, 10 toilet umum dan 16 toilet pemain sepakbola.
Ruang VIP, dua ruang ganti pemain, ruang wasit, musala, ruang medis, ruang bellboy hingga gudang. Hingga kini, pengerjaan renovasi Stadion Benteng masih dikebut. (RED/RAC)
Apakah diantara kalian sudah ada yang pernah dengar merk pasar Turbion? Merk ini merupakan suatu brand pasar yang bergerak dibidang industri dan menawarkan aneka pilihan bahan bakar minyak. Turbion menawarkan beberapa produk berkualitas
Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut