Connect With Us

Sekelumit Derita Masiah Sang Buruh Cuci di Batusari Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 4 Januari 2021 | 17:45

Tampak rumah Ibu Masiah yang tinggal di RT1/4 No 80 Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Setiap orang pasti ingin menikmati kehidupan yang layak. Begitu pun Masiah, warga RT 1 RW 4 No.80, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. 

Namun, Masiah sejak ditinggal mati suaminya harus mencari cara untuk menghidupi anaknya yang mengalami keterbelakangan.  Dia tidak terlalu pusing dengan kondisi perekonomiannya. Sebab, memang  almarhum suaminya hanya seorang sopir. “Sudah terbiasa lah begini (susah),” ujar Masiah. 

Hidup memang selalu punya cara untuk mendewasakan manusia. Entah lewat kesukaran jalan kehidupan, hingga peran yang harus diemban.  Suara perempuan berusia 53 tahun itu pun terdengar acuh, serta terkadang sedikit tidak nyambung dengan lawan bicaranya. 

Berbekal hanya memiliki keahlian mencuci, Masiah pun bekerja sebagai buruh cuci. Karena dia memiliki anak berusia 30 tahun dengan kondisi tersebut, Masiah terpaksa terkadang mengerjakannya di depan rumah.  Namun,  kokohnya pondasi rumah saat mendiang suami dahulu bangun, kini tak lagi ada. 

Kondisi rumahnya dalam beberapa waktu terakhir nyaris roboh. Masiah adalah orang yang tidak peduli walau hidup dengan kondisi rumah yang tak layak. Jika melihat sekilas, seakan dia enggan orang lain menolong.  Entah tidak mau, atau tidak tahu cara meminta bantuan. 

Menurut tetangganya, khas logatnya dia memang seperti itu.  Dia hanya bersyukur, dirinya telah dua kali mendapat bantuan sosial dari pemerintah pada saat pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu. 

Namun, warga sekitar menyatakan, tidak tega melihat Masiah dan anaknya tinggal dalam kondisi rumah yang benar-benar tak layak lagi itu. 

"Ya, kondisinya begini lihat aja," ujar Masiah seakan cuek saat ditemui TangerangNews di kediamannya, Senin (4/1/2021).  Persamayamannya yang bercat biru tanpa plafon itu terlihat miring, nyaris roboh.  Terutama di sebelah kiri bagian depan. Menurut dia, dirinya telah membangun kanopi dari bamboo dan asbes untuk atap. Tapi ya, belum cukup.    Selain atap yang nyaris roboh, pintu masuk rumah Masiah rusak parah. Lantai rumah Masiah pun tidak hanya semen.  "Kalau hujan, ya kehujanan," ungkapnya.  Pantauan TangerangNews.com, meski terlihat seakan cuek. Wanita ini sebenarnya butuh bantuan. 

Hanya dia enggan mengungkapkan dan berharap terlalu jauh. Setiap manusia pasti ingin juga menjadi bagian dari sesuatu untuk mengingatkannya bahwa Masiah tak berjalan sendirian. Sesuatu itu mungkin ada pada diri kita, seperti ingin menggalang bantuan dari sisi yang kita mampu.

BANTEN
Janjikan Kerja Gaji Rp10 Juta Per Bulan, 2 Mucikari Jebak Wanita Jadi PSK di Serang Banten

Janjikan Kerja Gaji Rp10 Juta Per Bulan, 2 Mucikari Jebak Wanita Jadi PSK di Serang Banten

Minggu, 1 Maret 2026 | 21:03

Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten berhasil membongkar praktik gelap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

TANGSEL
Cegah Tawuran saat Ramadan, Polres Tangsel Ajak Remaja Lomba Balap Lari

Cegah Tawuran saat Ramadan, Polres Tangsel Ajak Remaja Lomba Balap Lari

Senin, 2 Maret 2026 | 22:03

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kegiatan Night Run (lomba lari malam) di lapangan parkir Stadion Indomilk Arena, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu 1 Maret 2026, malam.

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill