Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Pembahasan Masuk Tahap Lanjut
Selasa, 21 April 2026 | 07:32
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TANGERANGNEWS.com—Seluruh kepala daerah se-Banten divaksinasi Sinovac kecuali Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
Vaksinasi yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang berlangsung secara tertutup, Kamis (14/1/2021).
Wali Kota Arief mengatakan dirinya disarankan dokter untuk menunda divaksin karena tensi darahnya tinggi atau di atas normal.
"Hari ini saya ditunda karena tensinya tadi diukur 151 lalu barusan diistirahatkan turun 145," ujarnya.
"Ini dokter jantung. Sedangkan normalnya di bawah 140. Saran dokter jantungnya, sebaiknya ditunda," imbuh Arief.
Sehingga, vaksin untuk Arief ditunda. Iya pun akan divaksin pada termin selanjutnya atau jika tensi darahnya normal.
"Sampai kondisi tensi normal. Dan ikut termin berikutnya," katanya.
Dia enyebut tidak mengetahui faktor tensi darahnya tinggi. Diduga hanya karena kelelahan saja.
"Enggak tau juga. Karena mungkin kecapekan saja. Kan beberapa hari terakhir, nyiapin nambah fasilitas terus-terusan. Nyiapin nambah fasilitas rumah isolasi, terwujudnya RS, teman-teman juga lagi operasi aman bersama, kan gitu," jelasnya.
Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim diketahui tidak divaksin Sinovac karena usianya sudah melebihi 60 tahun sehingga tidak memenuhi persyaratan.
"Umur saya 66, sementara batas umur dari Sinovac itu 60 tahun. Kalau ditanya siap, tentu saya siap karena ini termasuk bela negara untuk memutus rantai penularan COVID-19," pungkasnya.
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TODAY TAGKekalahan kembali dialami Persita Tangerang saat bertandang ke markas Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025/2026, Minggu, 19 April 2026, sore WIB.
Petugas Satpol PP Kota Tangerang menggerebek sebuah warung di kawasan Pasar Induk Tanah Tinggi yang disinyalir kerap menjadi lokasi peredaran minuman keras dan aktivitas prostitusi.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews