Reyhana Zahra dan Christia Belinda Pengelola Drive In. (@TangerangNews / Istimewa)
TANGERANGNEWS.com-Bagi pecinta sepakbola, kini dapat melepas rindu nonton bareng atau nobar di tengah pandemi COVID-19, yakni dengan menonton dari dalam mobil di sebuah lapangan pusat perbelanjaan di Kota Tangerang.
Tempat nonton bernama Drive In Senja ini tersedia di parkir Mall Alam Sutera.
Dengan membeli tiket secara daring mulai dari harga Rp150 ribu hingga 350 ribu per unit mobil, pengunjung dapat melepas rindu nobar pertandingan sepakbola secara langsung bersama suporter lain.
Penerapan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat pun tetap dilakukan, untuk mencegah terciptanya klaster baru.
Setiap pengunjung diharuskan menempuh sejumlah pemeriksaan, mulai dari suhu tubuh, disiplin pakai masker, hingga penyemprotan disinfektan untuk dapat memasuki areal drive in senja ini.
Salah satu pengunjung, Ziyan mengaku keseruan nobar tidak dapat mereka rasakan sepanjang masa pandemi COVID-19, pasalnya selama itu mereka hanya menonton melalui televisi dari rumah. "Sudah lama enggak nobar, akhirnya bisa juga di sini," ujarnya, Sabtu (13/2/2021) malam.
Namun demikian, signal masih menjadi kendala yang membuat tampilan pertandingan sempat terganggu. Hal ini pun disesalkan pengunjung.
Reyhana Zahra pengelola Drive In Senja mengatakan, suguhan pertandingan langsung sepakbola ini merupakan permintaan dari masyarakat, yang merindukan suasana seru saat menonton klub idola mereka.
"Kita juga menyuguhkan pertandingan lain, tidak hanya sepakbola saja, melainkan dari cabang olahraga lainnya," jelasnya.
Sebelumnya, Drive In Senja Alam Sutera menyuguhkan pemutaran film sebagai pelepas rindu masyarakat menonton film di bioskop, yang ditutup akibat dampak pandemi COVID-19.
Berhubung acara ini nonton dari dalam mobil, adapun kapasitas maksimal yang ditetapkan yaitu empat orang per mobil.
Setiap penayangan film, jumlah seat mobil yang disediakan juga tidak sedikit, sekitar 100 mobil. (RAZ/RAC)
Peristiwa dugaan penipuan dengan modus paket Cash on Delivery (COD) terjadi di Jalan Menjangan Raya, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu 15 Juli 2026.
Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan siap melacak sumber aliran dana harta kekayaan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""