Connect With Us

Periuk Tangerang Banjir, Air Capai 2 Meter

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:59

Banjir di Kawasan Kecamatan Periuk Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Kawasan Kecamatan Periuk Kota Tangerang kebanjiran. Ratusan rumah di Perumahan Garden City dan Total Persada pun terendam. 

 

Kepala UPT BPBD Periuk, Syahrial mengatakan rata-rata air yang menggenang berbeda ketinggian. Adapun paling tinggi mencapai dua meter. 

 

"Parah nih, rata dengan tanggul. Titik tertinggi 2 meter," ujarnya, Sabtu (20/2/2021). 

 

Penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Periuk ini karena intensitas hujan yang tinggi hingga mengakibatkan Kali Ledug meluap. 

 

"Intensitas hujan tinggi berlangsung selama 4 jam. Dari jam 2 sampai jam 6. Kemudian ada tanggul linpas (meluap) sehingga air bebas kemana mana," tuturnya. 

 

Kasubag TU UPT BPBD Periuk Kamaludin Azizi menambahkan, pihaknya tengah berupaya mengoperasikan pompa air untuk menyedot genangan banjir. 

 

"Ada banyak belasan pompanya sudah kami nyalakan," pungkasnya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill