Warga Keranggan Tangsel Kekeringan, Pemkot Salurkan 4.000 Liter Air Bersih
Kamis, 9 Juli 2026 | 16:11
Cuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
TANGERANGNEWS.com-Penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang melibatkan masyarakatnya secara langsung dalam berbagai aspek.
Berlandaskan asas tersebut Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang bekerjasama dengan USAID Madani melakukan kerjasama dalam penguatan tata kelola pemerintahan kolaboratif dengan pelibatan organisasi masyarakat sipil (OMS) dalam membangun kota.
Kegiatan yang dirangkum dalam workshop Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah secara virtual pada, Rabu (10/3/2021).
"Dalam menjalankan roda pemerintahan kami tidak dapat bekerja sendiri, harus ada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat," sebut Wali Kota.
Upaya tersebut, tambah Wali Kota menjadi salah satu upaya optimalisasi peran organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan kota.
"Beberapa diantaranya seperti keterlibatan masyarakat dalam pembentukan kampung tematik, kampung iklim serta berbagai kegiatan lainnya,"
"Intinya kita harus memupuk semangat berbuat sehingga apa yang diinginkan bisa terwujud. Bukan hanya semangat berbicara tanpa aksi,".
Kepala Bappeda Suggiharto Achmad Bagdja menyebut, ia meyakini kegiatan ini bisa mengidentifikasi setiap permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan program yang telah dibuat oleh Pemkot Tangerang.
"Saya yakin jika masyarakat terlibat secara langsung, mereka bisa mengidentifikasi setiap permasalahan dan merumuskan bersama solusinya," pungkas Ugi. (ADV)
Cuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews