Connect With Us

Gaji Dipotong Sepihak Alasan Pandemi, Buruh PT Sutera Indah Utama Demo di Tangerang

Redaksi | Kamis, 25 Maret 2021 | 17:23

Sejumlah buruh melakukan aksi demo di depan Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis, (25/3/21) siang. (@TangerangNews / Afina Fatharani)

TANGERANGNews.com -Para buruh PT. Sutera Indah Utama melakukan aksi demo di depan Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis, (25/3/21) siang.

Aksi tersebut dipicu tindakan perusahaan yang memberikan upah dibawah minimum dan pemotongan gaji secara sepihak dengan alasan offline dan stop produksi akibat mati listrik.

Sejumlah buruh melakukan aksi demo di depan Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis, (25/3/21) siang.

Mereka juga berharap pemerintah bisa lebih adil dalam bertindak pada perusahaan nakal karena tidak adanya progress dan kemajuan dari perusahaan.

Sejumlah buruh melakukan aksi demo di depan Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis, (25/3/21) siang.

PT Sutera Indah Utama juga tidak mempunyai peraturan perusahaan yang berlaku sesuai dengan ketentuan UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 188 Ayat(1) dan Ayat (2).

Sejumlah buruh melakukan aksi demo di depan Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis, (25/3/21) siang.

"Kami menuntut karena selama kami bekerja di masa pandemi diliburkan secara sepihak tanpa diberi upah, dan kami berharap pemerintah bertindak tegas dan mengikuti aturan-aturan yang ada," ucap Tino Ketua Serikat Buruh PT. Sutera Indah Utama.

Sampai saat ini kuasa hukum perusahaan belum bisa memberikan konfirmasi lantaran sedang berada di luar kota. (RAZ/RAC)

KOTA TANGERANG
Maryono Lantik 18 ASN, Minta Jangan Hanya Kerja Sesuai Rutinitas

Maryono Lantik 18 ASN, Minta Jangan Hanya Kerja Sesuai Rutinitas

Jumat, 27 Februari 2026 | 12:57

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ruang Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, 26 Februari 2026.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill