Connect With Us

PKS Kota Tangerang Dorong Normalisasi Jadwal Pilkada

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 7 April 2021 | 13:07

Pengurus DPTD PKS Kota Tangerang saat bersilaturahmi kebangsaan di Kantor KPU Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Dewan Pimpinan Tingkat Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPTD PKS) Kota Tangerang dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tangerang berkomitmen mengawal pemilihan umum (pemilu) yang berintegritas, transparan, dan manusiawi. 

 

Hal itu terungkap saat para pengurus DPTD PKS Kota Tangerang bersilaturahmi kebangsaan dengan Komisioner maupun Sekretaris KPU Kota Tangerang di Kantor KPU setempat.

 

Mengawali percakapan yang hangat dan bersahabat, Ketua DPD PKS Kota Tangerang Arief Wibowo menyampaikan, pihaknya merupakan mitra strategis. 

 

"Sesungguhnya PKS dan KPUD adalah mitra strategis untuk mewujudkan Pemilu yang berintegritas, transparan dan manusiawi," ujarnya, Rabu (7/4/2021). 

 

Arief mengungkapkan, PKS mendorong terwujudnya normalisasi pilkada, yakni tetap melaksanakan pilkada di 2022 dan 2023 serta pileg dan pilpres dilaksanakan di 2024. 

 

Hal ini untuk menghindari jadwal pemilu yang terlalu padat dan kompleks jika dilaksanakan secara serentak di tahun yang sama 

 

Pasalnya hal itu berpotensi menimbulkan beban kerja yang berlebihan bagi penyelenggara pemilu sebagaimana yang terjadi dalam pemilu 2019. 

 

Selain berpotensi mengabaikan hak masyarakat untuk mendapatkan pimpinan daerah dari proses yang demokratis, pelaksanaan Pilkada, Pileg dan Pilpres serentak di tahun 2024 juga membuat proses demokrasi ini menjadi tidak manusiawi bagi penyelenggara pemilu. 

 

"Di mana beban kerja yang terlalu berat bahkan telah merenggut korban jiwa pada momen Pileg 2019. Kejadian yang dialami pada Pileg 2019 ini semaksimal mungkin harus dihindari karena secara moril dapat mencederai proses demokrasi itu sendiri," katanya. 

 

Arief juga menyampaikan, silaturahim kebangsaan ini sekaligus sebagai sarana menyerap aspirasi dari KPUD, sehingga aspirasi yang disampaikan selanjutnya dapat diperjuangkan oleh Fraksi PKS di DPRD Kota Tangerang.

 

"Untuk memberikan daya dukung yang lebih baik bagi KPUD Kota Tangerang dalam melaksanakan tugasnya," jelasnya.

 

Sementara pada kesempatan yang sama, Syailendra menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PKS Kota Tangerang yang baru dan berharap semoga dengan kepengurusan yang baru ini, PKS dan KPU dapat lebih bersinergi dan mengingatkan pihaknya agar selalu bekerja sesuai koridor regulasinya. 

 

Syailendra juga mengapresiasi komitmen PKS dalam mengawal proses pemilu yang ditandai dengan lengkapnya data yang dimiliki PKS dalam setiap momen pemilu.

 

Itu nerupakan hasil dari keterpenuhan saksi PKS di hampir seluruh TPS yang ada, sehingga data PKS dapat dijadikan pembanding dari data KPUD. 

 

"Sepertinya tahun 2021 ini ada banyak hal yang baru dari PKS. Tak hanya pengurus, tapi juga logonya ya?" tanya Syailendra diiringi tawa renyahnya. 

 

Dengan sumringah, Ketua MPD PKS Kota Tangerang Hilmi Fuad menjelaskan PKS saat ini berubah warna logonya dengan warna oranye yang melambangkan kehangatan, harapan dan keterbukaan.

TEKNO
Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:27

Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

OPINI
Tangsel, Kota Pintar yang Gagap Sampah

Tangsel, Kota Pintar yang Gagap Sampah

Minggu, 1 Februari 2026 | 21:10

Krisis sampah di Tangsel bukan sekadar soal lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang penuh atau truk yang rusak. Masalah sebenarnya adalah kegagalan sistemik dalam menutup siklus konsumsi yang didorong oleh gaya hidup urban yang masif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill