Connect With Us

Polisi Ungkap Kasus Sengketa Tanah 45 Hektare di Pinang Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 13 April 2021 | 16:35

| Dibaca : 4106

Konferensi pers kasus sengketa lahan seluas 45 hektare di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus sengketa lahan seluas 45 hektare di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang sempat menjadi perseteruan. Kepolisian menetapkan dua orang menjadi tersangka. 

 

"Kasus yang terjadi di wilayah hukum Tangkot di wilayah Alam Sutera yang cukup luas 45 hektare. Kejadian sudah lama bahkan sudah pernah dilakukan eksekusi saat itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/4/2021). 

 

Yusri mengatakan, kedua tersangka yang telah diamankan berinisial M dan D yang disebut merupakan otak dalam kasus ini. Sedangkan AM yang merupakan pengacara masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

 

"Ada gugatan perdata dua tersangka yang sudah kita amankan, masih ada tersangka yang sekarang kita terbitkan DPOnya. Hari ini sudah kita terbitkan DPO karena kita sudah coba lakukan penangkapan kepada yang bersangkutan, kita kejar tidak ada di tempat sekarang kita keluarkan DPO-nya hari ini karena ini mafia mereka kolaborasi bersama-sama," katanya. 

 

Yusri menjelaskan, D berperan melakukan gugatan terhadap M di Pengadilan pada April 2020. Padahal, kata Yusri, keduanya ini berkomplot. Hal ini dilakukan sebagai upaya awal untuk bisa menguasa lahan. 

 

"Sesama mereka satu jaringan, mereka ngegugat untuk bisa menguasai tanah tersebut untuk melawan PT atau warga masyarakat di situ," ucapnya. 

 

Dalam gugatan tersebut kemudian, antara D dan M terjadi perdamaian. Sehingga diajukan untuk melakukan eksekusi pada lahan yang sudah diatur. 

 

"Ini terjadi bulan Juli, tapi ada perlawanan dari warga dan PT TM. Pada saat itu, warga melakukan perlawanan dengan PT TM sehingga batal eksekusi, karena sempat terjadi bentrok sedikit," jelasnya. 

 

Yusri menuturkan, selanjutnya perusahaan swasta dengan sekelompok warga membuat laporan Kepolisian pada 10 Februari 2021. Berawal dari laporan ini, Kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkapnya. 

 

"Inilah yang kemudian dilakukan lidik dan sidik tim Polres Tangkot dan amankan dua orang tersangka yang merupakan otaknya," tuturnya. 

Adapun barang bukti dalam kasus ini adalah sejumlah surat yang ternyata palsu. "Apa barbuknya? Seluruhnya surat-surat yang ada pada dia merupakan surat-surat palsu termasuk SK 67 yang menjadi dasar saudara D untuk menggugat saudara M," katanya. 

 

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana menambahkan, berkas perkara untuk kasus tersebut telah diterima. Lalu, Kejaksaan segera melakukan penelitian untuk segera ditindak lanjuti. 

 

"Kami melakukan penelitian secara formil dan materil. Semoga berkas tersebut dapat dinyatakan lengkap semoga dan segera disidangkan Pengadilan Negeri di Tangerang," katanya. 

 

Direktur Perkara Kementerian ATR/BPN Ketut Mangku mengapresiasi Kepolisian yang telah berhasil mengungkap kasus mafia tanah di Pinang, Kota Tangerang ini. Menurutnya, masyarakat sangat dirugikan dengan adanya praktik kejahatan  seperti itu. 

 

"Siapa pun yang terlibat di dalam kegiatan mafia tanah ini ibaratnya dibantai habis. Banyak sekali kerugian-kerugian yang diderita masyarakat sebagai akibat ulah mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

OPINI
Bagaimana Asal Usul THR? Ini Penjelasannya

Bagaimana Asal Usul THR? Ini Penjelasannya

Kamis, 6 Mei 2021 | 07:46

Selama satu bulan penuh umat muslim diseluruh dunia menjalankan

TOKOH
OJK Resmi Setujui Agus Syabarrudin Dirut Bank Banten, Ini Profilnya

OJK Resmi Setujui Agus Syabarrudin Dirut Bank Banten, Ini Profilnya

Minggu, 2 Mei 2021 | 08:00

Agus Syabarrudin secara sah kini menjadi Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk setelah Otoritas Jasa Keuangan atau OJK secara resmi menyetujui pengangkatannya melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK tertanggal 26 April 2021.

KOTA TANGERANG
Bukber Ramadan, Komunitas Taman Potret Santuni 100 Yatim & Dhuafa Kota Tangerang

Bukber Ramadan, Komunitas Taman Potret Santuni 100 Yatim & Dhuafa Kota Tangerang

Kamis, 6 Mei 2021 | 18:45

TANGERANGNEWS.com-Komunitas Taman Potret berikan santunan berupa paket sembilan bahan pokok (sembako) dan uang tunai kepada anak yatim di salah satu rumah panti serta dhuafa di tiga titik wilayah di Kota Tangerang

KAB. TANGERANG
Ditemukan Mayat Laki-laki di Kabupaten Tangerang 

Ditemukan Mayat Laki-laki di Kabupaten Tangerang 

Kamis, 6 Mei 2021 | 18:13

TANGERANGNEWS.com-Telah ditemukan sesosok mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki mengambang di sungai Cimanceuri, tepatnya di kampung selatip Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kab. Tangerang, Kamis (06/05/2021)

"Jangan tertipu oleh orang yang membaca Al Quran. Tapi lihatlah kepada mereka orang yang perilakunya senantiasa sesuai dengan Al Quran"

Umar bin Khattab