Connect With Us

Polisi Bongkar Peredaran Sabu Modus Salam Tempel, Pengendalinya di Lapas Tangerang 

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 28 Juni 2021 | 18:10

Tiga tersangka yakni, HS, 31, SU, 36, dan WY, 34 saat di amankan di Polres Metro Tangerang Kota dalam jumpa pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin 28 Juni 2021. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Polres Metro Tangerang Kota membongkar peredaran sabu dengan modus salam tempel di Kota Tangerang yang diduga dikendalikan napi dari Lapas. 

Total sabu yang berhasil diamankan seberat 924,72 gram dari tangan tiga tersangka yakni, HS, 31, SU, 36, dan WY, 34. Ketiganya diringkus di waktu dan lokasi yang berbeda seperti di Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Bogor. 

Kasat Resnarkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan, jajarannya mengamankan tujuh bungkus sabu dari masing-masing tersangka. 

Dari tersangka HS polisi mengamankan satu bungkus sabu seberat 102 gram. Lalu, SU 3 bungkus sabu seberat 680,72 Gram. Kemudian, tiga bungkus sabu seberat 142 gram dari WY. 

"Jumlah keseluruhan barang bukti narkotika jenis Sabu yang berhasil disita sebanyak 924,72 gram," ujarnya di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin 28 Juni 2021. 

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang selanjutnya dilakukan penyelidikan. Kemudian, jajaran Satres Narkoba Polres Metro Tangerang mengamankan HS. Setelah itu, dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankan SU. 

"Kemudian dikembangkan lagi. Hasilnya kami mengamankan WY di Kabupaten Bogor dengan barang bukti tiga bungkus sabu seberat 142 gram," jelasnya. 

Dari hasil kepada tersangka, barang haram itu didapat dari seseorang berinisial KD. Kini KD berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). 

"Menurut hasil pemeriksaan, dalam peredaran narkotika jenis sabu ini dikendalikan dari dalam Lapas Jakarta, Lapas Tangerang, dan Lapas Bogor," ungkap Pratomo. 

Menurut Pratomo, SU merupakan kurir dari sindikat jaringan Lapas di wilayah Tangerang. Dalam proses membagi narkotika jenis sabu dalam paketan kecil dilakukan di sebuah Hotel di Tangerang. 

Barang haram itu selanjutnya diedarkan dengan cara berkeliling wilayah Tangerang dengan nodus operandi sistem tempel. Dalam setiap mengedarkan sabu SU mendapat upah sebesar Rp15 juta. 

"Dalam mengedarkan (sabu) dikendalikan oleh KD yang statusnya DPO. Disinyalir dia ada di Lapas Tangerang," beber Pratomo. 

Saat ini ketiga tersangka mendekam di tahanan Polres Metro Tangerang Kota. Ketiganya dijerat dengan pasal  114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 35 Tahuan 2009 tentang Narkotika. Dipidana dengan pidana mati, seumur hidup atau paling singkat 6 Tahun dan Paling lama 20 tahun. 

"Jika diasumsikan satu gram Sabu digunakan untuk lima orang, dan estimasi harga nya 1,6 Juta per gram. Maka dari 924,72 gram dapat menyelamatkan sebanyak 4.625 jiwa," pungkas Pratomo. (RED/RAC)

TEKNO
Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:41

Kompetisi teknologi bidang coding dan robotik, Codero National Competition (CNC) 2026 digelar di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, selama 24–25 Oktober 2026.

KAB. TANGERANG
153 Kades Habis Masa Jabatan 2027, Pemkab Tangerang Mulai Persiapkan Pilkades

153 Kades Habis Masa Jabatan 2027, Pemkab Tangerang Mulai Persiapkan Pilkades

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:23

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2027.

BISNIS
Nasabah Wajib Tahu! Ini Aturan dan Etika Debt Collector Tarik Kendaraan

Nasabah Wajib Tahu! Ini Aturan dan Etika Debt Collector Tarik Kendaraan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:01

Aktivitas penagihan utang dalam industri pembiayaan seringkali memicu persoalan di tengah masyarakat. Tak jarang terjadi gesekan ketika ada penarikan paksa kendaraan oleh debt collector (professional collector).

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill