Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com-Pria yang melompat ke Sungai Cisadane dari Jembatan Merah UNIS Kota Tangerang akhirnya berhasil ditemukan setelah tim SAR melakukan pencarian selama dua hari. Pria tersebut melompat ke Sungai Cisadane pada Kamis 1 Juli 2021 sekitar pukul 21.30 Wib. Lalu, ditemukan petugas pada Sabtu 3 Juli 2021 pukul 16.15 Wib.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Tangerang, Hambali Bakar mengatakan, setelah ditemukan korban langsung dievakuasi petugas ke RSUD Kabupaten Tangerang. "Iya, sudah. Ditemukan setelah proses pencarian," ujarnya saat dikonfirmasi.
Proses pencarian pada malam pertama dilaporkannya korban tenggelam dilakukan petugas dengan pengamatan visual. Lalu, keesokan harinya dilakukan pencarian dengan penyusuran di sekitar lokasi tenggelamnya korban.
"Korban ditemukan hari ini kurang lebih 100 meter dari lokasi tenggelamnya korban," katanya. Hambali mengungkapkan identitas korban diketahui pria itu bernama Irfan Hasyim yang berusia 29 tahun, warga Jalan Maulana Hasanuddin, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.
Menurutnya, korban yang menunggangi sepeda motor matik bernopol A-6731-YF. Awalnya, dia datang ke Jembatan Merah UNIS, lalu melompat ke Sungai Cisadane. "Jadi, berdasarkan keterangan saksi, korban sedang telepon dengan seseorang. Lalu langsung loncat begitu saja dan ketika korban sudah tercebur, korban sempat meminta tolong, lalu tenggelam," pungkasnya.
View this post on Instagram
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews