Kegiatan vaksinasi guna mencegah penyebaran COVID-19 yang di selenggarakan SMA Negeri 1 Tangerang, Kota Tangerang, Rabu 14 Juli 2021. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )
TANGERANGNEWS.com-Seorang pelajar SMA Negeri 1 Tangerang ketakutan saat disuntik vaksin COVID-19, Rabu 14 Juli 2021 siang. Pelajar bernama Marsha itu sempat beberapa kali menolak saat vaksinator hendak memasukkan jarum suntik ke tangannya.
Membutuhkan waktu hingga 15 menit bagi vaksinator untuk dapat menyuntikan vaksin sinovac ke tubuh pelajar yang duduk di bangku kelas 12 ini. Dia bersedia disuntik setelah dibujuk dan dialihkan perhatiannya.
Usai divaksin, Marsha mengaku tegang karena sudah lama tidak disuntik sehingga dirinya ketakutan. "Sudah lama, jadi takut. Tapi saya juga belum siap sekolah tatap muka karena kasus penularan COVID-19 masih tinggi, khawatir kena," ujarnya.
Sementara pelajar lainnya, Renita, merasa jenuh belajar secara online karena terkendala jaringan internet , sehingga dengan vaksinasi mempercepat kekebalan kelompok dan dapat belajar tatap muka.
Kabag Duk Ops Binda Banten Kombespol Robert Pangaribuan mengatakan, vaksinasi massal pelajar yang dipusatkan di halaman SMA Negeri 1 Tangerang ini diinisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama dengan pemerintah daerah.
"Targetnya 1000 pelajar tingkat SMP dan SMA di Kota Tangerang divaksin," jelasnya.
Pelaksanaan vaksinasi ini digelar serentak di 14 provinsi yang menjadi titik epicentrum penularan COVID-19 di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis ganja seberat 3,4 kilogram yang dikirim dari Sumatera Utara menuju Jakarta.
Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal memastikan tidak akan ada aksi demonstrasi buruh pada Agustus hingga September 2026.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""