31 Jam Kebakaran Pabrik Plastik di Balaraja Belum Padam
Senin, 7 September 2026 | 20:57
Kebakaran yang melanda pabrik produksi plastik milik PT. Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul, Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, tak kunjung padam.
TANGERANGNEWS.com-Puluhan ribu buruh di area pabrik kawasan Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang mulai divaksinasi COVID-19, Senin 2 Agustus 2021.
Hal tersebut diinisiasi polsek jatiuwung, Tangerang Kota untuk menyambut hari kemerdekaan yang ke-76 Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2021.
Sebagaimana diketahui, kawasan pabrik di Jatiuwung, Kota Tangerang sempat menjadi klaster COVID-19 saat awal-awal pandemi.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima menjelaskan, vaksinasi COVID-19 sengaja diberikan kepada para buruh di Tangerang untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat.
"Sengaja dilakukan untuk membuat herd immunity kepada para buruh dan keluarganya, juga masyarakat sekitar pabrik di Jatiuwung," jelasnya.
Kapolres menargetkan, 10 ribu buruh di sana dapat disuntikan vaksinasi COVID-19 jenis Sinovac dan Astrazeneca.
Vaksinasi pun bisa diberikan kepada masyarakat mulai umur 12 tahun hingga dewasa dilingkup pabrik.
"Bisa diberikan kepada buruh, keluarga, masyarakar sekitar mulai dari anak-anak berumur 12 tahun sampai dewasa," ujar Deonijiu.
Sementara, seorang buruh yang saban hari bekerja di kawasan Jatiuwung, Fatmawati, mengaku lega dan bisa bekerja lebih tenang setelah divaksin COVID-19.
Lantaran, tahun kedua Virus Corona melanda Kota Tangerang, Fatmawati harus bekerja dalam keadaan takut tertular COVID-19.
"Sekarang Alhamdulillah sudah sedikit lega ya, karena sudah divaksin COVID-19. Baru dosis pertama masih tunggu dua mingguan lagi baru suntik dosis kedua," kata Fatmawati.
Kebakaran yang melanda pabrik produksi plastik milik PT. Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul, Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, tak kunjung padam.
TODAY TAGKebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
Industri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews