Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Video diduga Lurah Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang viral di jagat media sosial, karena meminta uang tanda tangan ke anak yatim sebesar Rp250 ribu.
Dalam video yang dilihat TangerangNews, seorang perekam diduga merupakan paman dari anak yatim tersebut.
Sang paman itu mendatangi kantor lurah dan menemui lurah tersebut. Dalam kunjungannya sang paman merekam secara diam-diam.
Lalu, sang paman ini menanyakan terkait adanya permintaan uang sebesar Rp250 ribu untuk mendapatkan tanda tangan lurah.
Seperti diketahui, paman anak yatim ini menyebut keponakannya menginginkan tanda tangan lurah dalam surat untuk pembuatan ahli waris.
"Ini maksudnya ada fee-nya ya pak?," ucap korban. Kemudian dengan santai sang lurah menjawab. "Ya ada itu mah," jawab lurah.
Sang paman yang heran menanyakan ikhwal maksud dari pemberian uang tersebut. "Maksudnya buat apa pak fee-nya?," tanya sang paman. "Ya sedikit aja dah ngasih duit," saut lurah.
Sang paman kembali menanyakan ikhwal nominal yang semula diminta lurah kepada sang ponakan.
"Tadi bilangnya Rp250 ribu. Itu buat apaan maksudnya, karena itu setahu saya gratis pak di seluruh kelurahan," bebernya.
Dia kemudian menjelaskan, terkait tujuan sang ponakan yang meminta tanda tangan lurah.
"Bapak kan ibaratnya aparat. Ini masih kecil-kecil pak. Masih butuh biaya, kalau memang gratis ya jangan ada nominalnya. Ya seikhlasnya aja," ucapnya.
"Ya sudah seikhlasnya aja," sebut lurah dengan santai.
Kemudian sang paman menanyakan soal uang kepada keponakan-nya yang tiba terlebih dahulu.
"Ada Rp20 ribu? Ya sudah kasih," sebut sang paman.
Hingga berita ini ditulis, TangerangNews masih berupaya melakukan konfirmasi ke Camat Ciledug Syarifudin. Namun, belum mendapat konfirmasi hingga berita diterbitkan.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGSuasana berbeda hadir di Living World Alam Sutera sepanjang Mei 2026. Pusat perbelanjaan di kawasan Alam Sutera itu menghadirkan rangkaian program bertema “Spring Escape” yang memadukan dekorasi taman bunga matahari raksasa, festival kuliner
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews