KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Dampak pendemi COVID-19 ditambah penerapan Pembelakukan Pembatasan Kegiatan Masyarat (PPKM), menghantam para pelaku usaha maupun sosial ekonomi masyarakat.
Aturan yang bertujuan mencegah penyebaran COVID-19 itu, banyak dikeluhkan. Terutama para pelaku usaha yang mengakibatkan turunnya omzet penjualan secara dratis. Salah satu usaha yang terimbas aturan PPKM ini adalah para pedagang sayur, khususnya sayuran wortel.

Omset penjualan wortel yang berlangsung secara terus menerus di masa pandemi ini sejak diterapkannya kebijakan PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level 3 hingga 31 Agustus mendatang, semakin memperparah bisnis di sektor tersebut.

“Sayur wortel ini diambil dari Medan, Sumatera Utara. Pengiriman dilakukan per minggu menggunakan mobil pickup sekitar 1 ton wortel. Untuk pendapatan hasil dari jual wortel ini sehari kurang lebih Rp3 juta itu penghasilan kotor,” ujar Basir ,21, salah satu pedagang wortel, Kamis 26 Agustus 2021.

Basir mengatakan sejak adanya pandemi COVID-19 terjadi, omzet penjualan anjlok. Kondisi ini makin diperparah ketika adanya kebijakan PPKM Darurat yang kemudian dilanjutkan dengan PPKM Level 3.
Ia berharap kondisi pandemi Covid-19 ini cepat berakhir sehingga perekonomian masyarakat kembali normal.
“Harapan kami ke depannya para pelaku usaha meminta kebijakan untuk memperhatikan para pedagang dengan melonggarkan aturan yang tidak menyalahi aturan protokol kesehatan,” pungkas Basir.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGEmpat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.
Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews