2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Insiden tiga anak perempuan tenggelam di kubangan terjadi di Kampung Sawah Dalam, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa 31 Agustus 2021 sore.
Dalam peristiwa tersebut, seorang anak berinisial I, 10, meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan N, yang masih berusia di bawah 10 tahun masih kritis di rumah sakit.
Sementara A yang menjadi korban selamat kini dirawat di rumahnya. Ketiga anak perempuan itu diketahui merupakan warga Pakojan Kecamatan Pinang.
Kapolsek Pinang Iptu Tapril menjelaskan, kejadian berawal saat ketiga anak tersebut sedang bermain di area persawahan saat kondisi cuaca hujan.
Saksi mata di lokasi kejadian sempat menegur ketiga anak ini, tetapi tidak didengar.
"Hujan tadi itu tiga anak perempuan main di sawah situ ada kubangan tapi dia enggak tahu mungkin, kalau itu kubangannya dalam," katanya saat dikonfirmasi.
Baca Juga :
Ketiga bocah tersebut pun tenggelam di kubangan bekas galian pasir yang dalamnya sekitar empat meter.
Masyarakat sekitar pun berupaya mengevakuasinya. Namun, nyawa I tak dapat diselamatkan, sedangkan N dan A berhasil diselamatkan.
"Ketiga anak ini semuanya tetangga. Mereka warga Pakojan. Jadi, ketika tenggelam, mereka ditolong sama warga. Tapi yang satu tidak selamat," ungkapnya.
Korban yang meninggal telah dikebumikan pada malam ini. Sedangkan kedua korban yang selamat masih dalam perawatan serius.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews