Connect With Us

Pengamat: Selama Dukungan Anggaran Setengah Hati, Kejadian Kebakaran Sulit Dihindari

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 10 September 2021 | 19:47

| Dibaca : 303

Kebakaran Lapas Tangerang. (@TangerangNews / Kemenkumham)

TANGERANGNEWS.com-Tragedi terbakarnya Lapas Kelas 1 Tangerang yang mengakibatkan 44 warga binaan tewas disorot pengamat politik dan kebijakan publik Universitas Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul.

Insiden yang juga membuat konsumsi pemberitaan banyak media luar negeri ini, seolah menunjukkan hak asasi manusia warga binaan begitu murah. 

Adib menilai, peristiwa kebakaran dengan diduga terdapat korsleting listrik tersebut justru semakin menunjukkan pemerintah tak serius menangani warga binaan yang ada di dalam penjara. Sudah begitu lama masalah di Lapas, seperti bangunan tak layak, over kapasitas, fasilitas yang minim seolah ini tak bisa diselesaikan. 

"Sebagus apapun manajemen pengelolaan Lapas kalau gedungnya tua, fasilitas banyak tak layak, didukung dengan minimnya teknologi, jangan kaget kalau kejadian seperti ini bakal terulang lagi. Nah, di sini penting soal dukungan anggaran," kata Dosen Fisip ini, Jumat 10 September 2021. 

Adib juga menambahkan, salah satu kunci penting untuk menyelesaikan masalah pelik terkait manajemen lapas adalah political will. Padahal dukungan politik dan anggaran ini yang selalu didengungkan terutama oleh DPR RI, tetapi juga masih setengah hati. 

"Political will dan dukungan anggaran sangat penting. Kan anggota DPR RI itu kalau reses sering kan kunjungan kerja ke Lapas. Mereka sudah tahu betul apa yang terjadi di Lapas. Kalau masalah di Lapas tak bisa diselesaikan, yah setengah hati," tambahnya. 

Adib juga berpendapat, Lapas adalah tempat memanusiakan warga binaan yang tengah menjalani masa hukuman agar menjadi manusia yang bermanfaat di kemudian hari. 

"Nah, ini seharusnya sejalan dengan revolusi mental yang menjadi prioritas presiden. Walaupun mereka bersalah secara hukum tetapi mereka adalah manusia. Negara berkewajiban menjaga mereka. Memperbaiki mereka jadi orang baik lagi," tegasnya. 

Adib juga menilai sebagai prioritas adalah pekerjaan rumah besarnya berupa grand design sebuah lapas yang manusiawi dengan pengelolaan manajemen yang baik. Perlu juga lanjut Adib, tak usah malu mencontoh negara maju dalam hal manajemen tata kelola Lapas. 

"Bisa menunjuk konsultan independen guna mempelajari manajemen lapas seperti di luar negeri. Nantinya, konsultan akan memberikan rekomendasi bagi pemerintah untuk merumuskan langkah-langkah yang diperlukan dalam jangka pendek maupun panjang. Bisa juga dalam hal pembenahan lapas, menjalin hubungan dengan otoritas-otoritas serupa luar negeri," jelasnya lagi. 

Jika masalahnya ada pada over kapasitas, seharusnya sinergi para pemangku kepentingan antara Kemenkumhan dan DPR RI  terjalin dengan baik. 

"Ingat ada 44 nyawa. Saya dapat informasi malah kalau petugas Lapas tak berjibaku, menyelamatkan, bisa ratusan yang meninggal. Masalah ini sudah bertahun-tahun. Duit kita (APBN) kan ada," pungkasnya.

KAB. TANGERANG
Minat Baca Masih Rendah, Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Tangerang Dorong Gebyar Pemuda Mauk 2022 Galakkan Literasi

Minat Baca Masih Rendah, Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Tangerang Dorong Gebyar Pemuda Mauk 2022 Galakkan Literasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:51

TANGERANGNEWS.com-Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Tangerang Komarudin turut serta menyukseskan kegiatan Gebyar Pemuda Mauk 2022, di Kantor Kecamatan Mauk, Minggu 22 Mei 2022.

TEKNO
Sasar Anak Muda, Xiaomi Luncurkan Redmi 10A Seharga Mulai Rp1 Jutaan

Sasar Anak Muda, Xiaomi Luncurkan Redmi 10A Seharga Mulai Rp1 Jutaan

Jumat, 20 Mei 2022 | 14:32

TANGERANGNEWS.com-Xiaomi kembali meluncurkan produk ponsel terbarunya yakni Redmi 10A. Smartphone entry level dibanderol dari harga Rp1 jutaan.

HIBURAN
Waspada, 5 Penyakit Mobil yang Kerap Muncul Usai Mudik Lebaran

Waspada, 5 Penyakit Mobil yang Kerap Muncul Usai Mudik Lebaran

Minggu, 8 Mei 2022 | 16:19

TANGERANGNEWS.com-Momentum mudik Lebaran Idul Fitri 1443H menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat khususnya bagi mereka yang pergi merantau dari kampung halaman

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill