Connect With Us

Konflik Tutup Portal di Periuk Tangerang Dimediasi, Camat: Sudah Musyawarah dan Mufakat

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 14 September 2021 | 14:14

Sejumlah warga dari lingkungan RW 07 dan RW 09 berkumpul di sekitar portal yang terbuat dari besi. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Camat Periuk Maryono Hasan menyampaikan, pihaknya telah memfasilitasi polemik tutup portal di lingkungan Perumahan Griya Sangiang Mas, Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang, yang nyaris menyebabkan keributan antarwarga.

Maryono mengatakan, mediasi antarpihak RW yang terlibat dalam polemik tersebut sudah dilakukan pada Senin 13 September 2021 malam. Hasilnya, kata dia, sudah ada solusi.

"Semalam kita sudah pertemuan silaturahmi intinya membicarakan masalah portal selanjutnya seperti apa. Alhamdulillah sudah diputuskan musyawarah dan mufakat. Jadi mengacu pada hasil berita acara di tanggal 5 Maret 2021. Adapun tambahannya nanti disepakati pihak-pihak RW tersebut," ujarnya kepada TangerangNews, Selasa 14 September 2021.

Seperti diketahui, sejumlah warga dari lingkungan RW 07 dan RW 09 berkumpul di sekitar portal yang terbuat dari besi pada 12 September 2021. Portal ini menutup akses utama warga perumahan.

Masalah ini bermula dari ditetapkan lockdown atau pembatasan sementara di lingkungan tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga :

 

Maryono menyebut, portal sebelumnya masih ditutup karena alasan warga untuk keamanan dan kebersihan.

"Alasan keamanan. Jadi, mereka masing-masing RW punya pintu gerbang, cuma memang ada beberapa portal didalamnya itu alasan keamanan dan kebersihan," jelasnya.

Menurut Maryono, setelah mediasi dan menemukan solusi, kini portal yang menjadi polemik tersebut sudah dibuka, sehingga aksesnya bisa dilintasi warga.

"Portal dibuka dengan saran ada petugas keamanan di sekitar portal tersebut," katanya.

Adapun terkait informasi sebelumnya ditutup portal diyakini warga karena ujung portal di jalan utama dipakai untuk berjualan atau disewakan untuk berjualan. Camat menanggapi, portal dibuka pun para pedagang masih bisa berjualan.

"Yang jualan kan masih tetap bisa jualan kalaupun dibuka," ucapnya.

Maryono menambahkan, jika masih terjadi konflik pada waktu mendatang, solusi yang sudah disepakati bersama hanya menjadi percuma. Pihaknya berharap para warga tetap menjaga kerukunan dan ketentraman sehingga menjadi aman dan nyaman.

"Ya kalau chaos nanti tidak musyarawah mufakat, jangan ego yang dimunculkan. Biar bagaimana pun harus saling musyawarah. Jadi, pesan saya semoga silaturahmi, kerukunan, dan kebersamaan tetap dijaga," pungkasnya.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

BANTEN
Burnout Bukan Cuma Lelah Bekerja, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Berdampak Lebih Serius

Burnout Bukan Cuma Lelah Bekerja, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Berdampak Lebih Serius

Selasa, 7 Juli 2026 | 16:13

Rasa lelah setelah bekerja merupakan hal yang wajar. Namun, ketika seseorang merasa kehabisan energi, kehilangan semangat, hingga tidak mampu memulai pekerjaan meski sudah berada di depan meja kerja, kondisi tersebut bisa menjadi tanda burnout.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill