Connect With Us

Isak Tangis Keluarga Ustaz yang Ditembak di Pinang Tangerang 

Tim TangerangNews.com | Minggu, 19 September 2021 | 16:30

Keluarga korban penembakan di RT 2/5, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang memeluk Almarhum jenazah ustaz Arman alias Alex dikediamanya. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Isak tangis histeris keluarga pecah, sambut kedatangan jenazah ustaz Arman alias Alex di rumah duka Jalan Naen Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Banten, Minggu 19 September 2021 siang. 

Pihak keluarga meminta pihak Kepolisian dapat segera menangkap pelaku penembakan dan memberikan hukuman setimpal.  

Usai jalani autopsi di RSUD Kabupaten Tangerang,  jenazah ustaz Arman alias Alex tiba di rumah duka pada Minggu siang. 

Isak tangis histeris istri korban serta kerabat pecah menyambut kedatangan jasad almarhum. 

Keluarga tak percaya Alex meninggal dunia akibat di tembak orang tak dikenal. Seperti diketahui Alex ditembak usai salat Maghrib pada Sabtu 18 September 2021, malam. 

Baca Juga :

Suasana haru mewarnai pemakaman jenazah ustaz Arman  di makam keluarga yang berada di belakang rumah duka. 

Bahkan, istri korban tidak mau meninggalkan makam suaminya  hingga akhirnya dibujuk pihak keluarga. 

Keponakan korban, Sumadi mengaku korban tidak memiliki musuh  dan dimatanya, korban orang baik dan ketua majelis taklim Masjid Jami Nuril Yaqin. 

Sumadi meminta polisi segera menangkap pelaku dan jatuhi hukuman setimpal atas perbuatannya. 

Almarhum Arman alias Alex meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak dan kasus penembakan itu tengah di tangani Polda Metro Jaya.

NASIONAL
Pemerintah Akan Batasi Izin Minimarket Agar Tak Ganggu Kopdes Merah Putih, Aprindo Buka Suara

Pemerintah Akan Batasi Izin Minimarket Agar Tak Ganggu Kopdes Merah Putih, Aprindo Buka Suara

Kamis, 26 Februari 2026 | 19:32

Polemik pembatasan minimarket khususnya Alfamart dan Indomaret, kembali memanas menyusul rencana pemerintah pusat untuk menghentikan izin baru bagi minimarket di wilayah pedesaan.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill