Nomor WA Sekda Kota Tangerang Diduga Diretas, Chat Pura-pura Pinjam Uang
Rabu, 2 April 2025 | 12:23
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Laksa merupakan makanan legendaris yang sudah tidak asing lagi warga Tangerang. Makanan yang menjadi favorit masyarakat ini merupakan perpaduan budaya Cina dan Melayu.
Biasanya laksa menjadi makanan yang disantap sehari-hari pada pagi, siang dan malam hari. Dalam perkembangannya, laksa Tangerang dijual dengan berkeliling menggubakan gerobak.
Namun ada juga pedagang yang membuka lapak di sepanjang trotoar depan Lapas Wanita Tangerang, Jalan M Yamin, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Namun tak banyak yang tahu bahwa Laksa Tangerang memiliki dua jenis sebutan, yakni laksa Nyonya dan Laksa Nyai.
Devie, Perwalikan Kang Nong Kota Tangerang menjelaskan perbedaan kedua laksa tersebut. Kalau Laksa Nyonya dibuat oleh warga etnis peranakan atau disebut Cina Benteng sedangkan Laksa Nyai dibuat oleh warga pribumi Tangerang.
“Kalau bahan-bahan dan isinya sama saja, yang memberdakan cuma yang buat. Karena biasanya beda tangan beda rasa,” katanya, Jumat 25 Februari 2022.
Laksa Tangrang ini terdiri dari mie beras yang disiram dengan kuah kuning. Untuk kuahnya sendiri dimasak dari kacang hijau, kentang, santan dan kaldu ayam. “Biasanya disantap dengan ayam kampung atau telur rebus. Lalu ditabur daun kucai,” tambah Devie.
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) berhasil mencatat penjualan yang sangat baik melalui produk komersial City Hub Commercial, “The Next Level” Workplace dan Commercial Space dari unit bisnis Summarecon Serpong.
Sebuah bus yang mengangkut rombongan jemaah umrah mengalami kecelakaan tragis di Wadi Qudeid, Arab Saudi, pada Kamis, 20 Maret 2025, pukul 13.30 waktu setempat atau 17.30 WIB.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.