Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Keberadaan Sungai Cisadane di Kota Tangerang, Banten kembali disoroti masyarakat lantaran sudah cukup banyak insiden bocah berenang yang berujung maut.
Seperti kejadian pada Minggu 14 Maret 2022, dua bocah pria berinisial AH dan RF tenggelam saat berenang, lalu ditemukan meninggal di dasar Sungai Cisadane area Jembatan Berendeng, Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang.
Warga pinggir Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Panji meminta otoritas untuk memasang rambu-rambu yang memberi pesan peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane.
"Tentunya hal ini menanggapi sudah cukup banyaknya kejadian orang tenggelam terus tewas," ujar Panji, Senin 14 Maret 2022.
Panji mengatakan, rambu-rambu peringatan bahaya berenang di Sungai Cisadane diharapkan berperan penting dalam mencegah anak-anak berenang.
"Sehingga sebisa mungkin untuk dicegah agar tidak ada kejadian serupa," katanya.
Sementara itu, menurut Ketua RT di Jalan Benteng Makassar, Kelurahan Sukarasa, Angga, kedalaman Sungai Cisadane lebih dari dua meter.
"Kedalaman sini paling tiga meteran," katanya.
TODAY TAGPeringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.
Pergelangan tangan seorang pelajar berinisial AH, 15, nyaris putus setelah menjadi korban salah sasaran dalam peristiwa tawuran yang terjadi di Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Selasa 18 Agustus 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews