Connect With Us

Indekos di Karang Tengah Tangerang Disewakan Per Jam untuk Mesum, Ini Penjelasan Satpol PP

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 24 Maret 2022 | 15:28

Satpol PP Karang Tengah saat memeriksa penghuni indekos di Jalam H Mean, Kampung Pondok Rajeg, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Indekos di Jalan H Mean, Kampung Pondok Rajeg, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang digerebek aparat Satpol PP lantaran diduga dijadikan tempat prostitusi. 

Warga kerap melihat sepasang kekasih silih berganti menyambangi kontrakan itu. Setelah diselidiki ternyata kontrakan itu disewakan dengan tarif Rp35 ribu perjam. 

Warga yang geram pun menggerebek kontrakan itu beberapa waktu lalu. Saat penggerebekan didapati sepasang sejoli tengah memadu kasih di kamar indekos. Video penggerebekan itu pun viral di media sosial.

Kepala Seksie Trantib Kecamatan Karang Tengah Alfredo mengatakan, penyewa kamar kontrakan yang kedapatan tengah memadu kasih itu merupakan warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Sedangkan pemiliknya warga Karang Tengah.

"Jadi itu masyarakat gerebek sama RT. Penyewa dan pemilik kontrakan dibawa ke polisi. Jadi yang sewa saat itu orang Tangsel," ujarnya, Kamis 24 Maret 2022.

Berdasarkan informasi, kamar indekos itu ternyata disewakan kembali oleh penghuninya, wanita berinisial I. Wanita tersebut menyewakan kamar kostnya mulai dari Rp35 ribu per jam melalui media sosial Facebook. 

Baca Juga :

"Jadi kontrakan di sana ada beberapa pintu, empat pintu apa. Yang dua kosong yang dua keisi. Ada kamar kontakan yang disewain per bulan," kata Alfredo.

Dia mengatakan, pemilik menyewakan kontrakan pada orang dengan pembayaran per bulan. Orang ini kemudian menyewakan lagi kontrakan tersebut kepada pihak lain per jam dengan tarif Rp35 ribu per jam. Jasa sewa kontrakan ini ditawarkan melalui media sosial Facebook. 

"Yang punya kontrakan itu dikontrakin lagi sama orang. Tapi yang sewain enggak tinggal di sana. Dia sewain lewat Facebook," ungkapnya.

Alfredo mengatakan, pihaknya telah meminta pemilik kontrakan untuk tak mengulangi perbuatannya itu. Apabila diulangi maka pihaknya akan bertindak tegas. Peristiwa ini pun langsung dilaporkan ke Satpol PP Kota Tangerang untuk penanganan lebih lanjut. 

"Jadi kita buat laporan ke Satpol PP Kota Tangerang. Nanti satpol PP Kota Tangerang yang segel. Kita sifatnya pengamanan. Sudah saya laporkan ke Gakumda," kata Alfredo.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah (Gakumda) Satpol PP Kota Tangerang Iwan Syarifudin mengaku, belum menerima laporan tersebut. "Saya belum dapat. Belum tembus ke saya infonya. Nanti saya tanya anak buah saya," tutur Iwan.

TANGSEL
Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Selasa, 3 November 2026 | 19:06

Menanggap aksi mahasiswa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa pihaknya memandang dinamika dan perbedaan pandangan publik sebagai bagian yang menyehatkan

KOTA TANGERANG
Pabrik Pengolahan Oli Ilegal di Cibodas Ludes Terbakar, Suara Ledakan Bikin Warga Panik

Pabrik Pengolahan Oli Ilegal di Cibodas Ludes Terbakar, Suara Ledakan Bikin Warga Panik

Rabu, 4 November 2026 | 18:26

Kebakaran hebat menghanguskan sebuah pabrik pengolahan oli bekas yang diduga ilegal di kawasan Kali Sabi, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu 4 November 2026, dini hari.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Selasa, 3 November 2026 | 21:01

Cabang olahraga (cabor) sepak bola putri pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026 dipastikan batal dipertandingkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill