Shell V-Power Diesel Kembali Dijual di SPBU, Harga Tembus Rp30.890 per Liter
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:15
Setelah sempat menghilang dari sejumlah SPBU, bahan bakar diesel milik Shell Indonesia akhirnya mulai kembali tersedia di beberapa wilayah.
TANGERANGNEWS.com-Berbagai fasilitas disediakan Polres Metro Tangerang Kota di pos pantau mudik yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.
Di sini, pemudik tidak hanya bisa beristirahat, tapi juga mengisi bensin tanpa biaya alias gratis.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Komarudin menerangkan, pihaknya sengaja menyediakan fasilitas istirahat dan bensin gratis karena jalur tersebut kerap dilewati pemudik, yang melakukan perjalanan jarak jauh dari Jakarta ke Lampung.
Setiap harinya, disiapkan sebanyak 150 hingga 200 liter bensin gratis. Selain itu, ada juga makanan dan minuman yang bisa dinikmati pemudik saat beristirahat di pos pantau tersebut.
"Di sini fasilitas kesehatan untuk istirahat makan minum sekedarnya dan juga bensin bagi yang membutuhkan dan semuanya gratis, bisa diperoleh oleh saudara-saudara kita yang mudik," ujarnya seperti dilansir dari Sindonews, Minggu 1 Mei 2022.
Menurutnya, pos pantau di Jatiuwung ini merupakan titik lelah pertama para pemudik yang menggunakan sepeda motor menuju Pulau Sumatera atau sebaliknya.
"Karena kita menghitung jika dari Jakarta, di Jatiuwung ini adalah titik lelah pertama. Oleh karena itu ada fasilitas istirahat, makanan dan bensin gratis," ungkap Komarudin.
Seorang pemudik yang menggunakan sepeda motor, Rizki mengaku dirinya sangat terbantu dengan adanya fasilitas bensin gratis ini, apalagi jika menggunakan kendaraan boros bensin. "Bisa membantu pemudik mengurangi budget," katanya.
Setelah sempat menghilang dari sejumlah SPBU, bahan bakar diesel milik Shell Indonesia akhirnya mulai kembali tersedia di beberapa wilayah.
TODAY TAGWali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews