Pria di Kosambi Diciduk Polisi Jual 1.346 Butir Tramadol dan Eximer
Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:36
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Pemandangan tak elok tampak di Kali Metro Permata Karang Tengah. Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Minggu 8 Mei 2022.
Pasalnya, aliran kali tersebut dipenuhi dengan sampah. Terlihat Sampah-sampah yang didominasi plastik mengalir dan menyangkut di kali yang berwarna hitam tersebut.
Dalam video yang diterima TangerangNews, tampak sejumlah petugas Dinas PUPR Kota Tangerang sedang melakukan normalisasi kali tersebut.
Menurut Camat Karang Tengah Malkan Al-Masqo, banyaknya sampah yang menggenang di kali tersebut diduga karena masyarakat tidak menjaga kebersihan. Terlebih, setelah Lebaran volume sampah meningkat.
"Sampah Lebaran kali ya," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 8 Mei 2022.
Malkan menyebut, sampah plastik yang menyangkut di kali tersebut disebabkan adanya sampah jenis kabel dan besi.
"Di bawah jembatan juga ada kabel-kabel dan besi-besi optik akibatnya sampah bisa terhalang," katanya.
Malkan berpesan kepada masyarakat, untuk tidak membuang sampah secara sembarangan. "Buanglah sampah pada tempatnya dan jangan buang sampah di bantaran atau kali. Kita sama-sama jaga kebersihan," pungkasnya.
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews