Nomor WA Sekda Kota Tangerang Diduga Diretas, Chat Pura-pura Pinjam Uang
Rabu, 2 April 2025 | 12:23
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai kembali bekerja seusai libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menekankan berbagai permasalahan perkotaan yang dihadapi harus segera diselesaikan.
Salah satunya menuntaskan persoalan banjir dan genangan akibat hujan lebat yang terjadi di penghujung Ramadan dan momen libur Idul Fitri lalu.
"Sebagian besar terjadi di titik yang menjadi kewenangan provinsi atau pemerintah pusat," ujarnya dalam apel pegawai di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin 9 Mei 2022.
Arief menyebut, kalau perlu bersurat setiap hari agar bisa segera ditangani. "Supaya titik permasalahan di wilayah bisa segera teratasi," ujarnya.
Dalam arahannya juga, kata Arief, momentum Lebaran harus menjadi semangat baru dalam menjalankan tugas sebagai pelayanan masyarakat.
"Kembali melaksanakan fitrah kita sebagai ASN yang melayani masyarakat," ucapnya.
Arief menambahkan momen Ramadan dan Idul Fitri memberikan banyak pelajaran bagi jajaran Pemkot Tangerang khususnya di bidang ketertiban dan keamanan masyarakat.
"Terlebih di kalangan remaja yang perlu mendapat perhatian dalam rangka mempersiapkan generasi muda Kota Tangerang yang unggul dan berakhlak mulia," bebernya.
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) berhasil mencatat penjualan yang sangat baik melalui produk komersial City Hub Commercial, “The Next Level” Workplace dan Commercial Space dari unit bisnis Summarecon Serpong.
Wakil Wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichan melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Islamic Center Baiturrahim, Kecamatan Serpong, Senin 31 Maret 2025.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.