1 Tahun Berjalan, Penerima MBG di Kabupaten Tangerang Capai 300 Ribu Orang
Kamis, 8 Januari 2026 | 21:07
Sudah satu tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, penerima manfaat di Kabupaten Tangerang mencapai ratusan ribu.
TANGERANGNEWS.com-Pasca libur Lebaran, Pemerintah Kota Tangerang langsung meluncurkan aplikasi pelayanan Portal Kecamatan 2.0.
Aplikasi ini dapat diakses masyarakat dari gadget untuk mendapatkan informasi, serta memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai pelayanan.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, ditargetkan enam bulan ke depan pelayanan di 13 kecamatan tidak lagi menggunakan berkas berbentuk kertas sebagai syarat administrasi, melainkan dapat mengisi form berbasis digital sehingga pelayanan lebih cepat, efisien dan transparan.
"Selain untuk memudahkan masyarakat, juga untuk mengurangi penggunaan kertas," katanya saat sidak pegawai ke Kantor Kecamatan Tangerang, pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa 10 Mei 2022.
Nantinya, masyarakat dapat mengurus administrasi kependudukan dari rumah. Sementara datang ke kantor kecamatan hanya untuk verifikasi saja.
Adapun dalam sidak tersebut, ruang pelayanan masyarakat di Kantor Kecamatan Tangerang disambangi Arief. Ia ingin memastikan pegawai kecamatan telah kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat setelah libur berakhir.
Terlihat masyarakat yang hendak mengurus berbagai keperluan telah dilayani mulai dari rekam identitas KTP, perizinan, maupun keperluan kependudukan lainnya.
Sudah satu tahun pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, penerima manfaat di Kabupaten Tangerang mencapai ratusan ribu.
TODAY TAGKetersediaan susu UHT di sejumlah minimarket dilaporkan menipis dalam beberapa hari terakhir. Di beberapa lokasi, rak susu tampak kosong, bahkan ada gerai yang membatasi jumlah pembelian untuk jenis susu tertentu.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, sukses menutup periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan catatan performa yang gemilang.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews