Connect With Us

Sulitnya Mendapatkan Pekerjaan di Negeri Sendiri

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 24 Mei 2022 | 23:20

Oleh : Tajriyan Nur Romadhon, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Yuppentek Indonesia (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh : Tajriyan Nur Romadhon, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Yuppentek Indonesia

TANGERANGNEWS.com-Mendapatkan pekerjaan ternyata tidak mudah walaupun di negeri sendiri banyak lulusan SMA dan S1 masih belum mendaptkan kerja, apalagi hanya lulusan SD dan lulusan SMP, hal ini dikarenakan sedikitnya lowongan pekerjaan tetapi banyaknya pencari kerja.

Setiap tahunnya para pencari kerja akan bertambah di karenakan setiap tahunnya terjadinya lulusan-lulusan terbaru, sedangkan lowongan yang tersedia sedikit dan ini akan mengakibatkan angka pengangguran di Indonesia bertambah dan akan mengakibatan angka kemiskinan di Indonesia pun ikut bertambah.

Banyak dari mereka sampai mengemis, mengamen, bahkan ada yang menjadi manusia silver hal ini disebabkan sedikitnya lowongan pekerjaan yang ada dan pada akhirnya mereka semua nyaman dengan apa yang mereka lakuakan dan bisa menghasilakan uang yang lumayan besar, sampai mereka akan di berikan pekerjaan mereka menolak karena sudah nyaman dengan apa yang mereka lakukan.

Sekarang ini akan sulit untuk bisa bekerja di suatu perusahaan dikarenakan harus mempunyai orang dalam dan ada juga yang harus membayar atau menyuap oknum yang tidak bertanggung jawab, sedangkan kita bekerja untuk mencari uang bukan untuk memberi mereka uang agar kita bisa bekerja.

Sangat disayangkan suatu perusahaan jika masih ada oknum-oknum tersebut di dalamnya, maka nama perusahaan tersebut akan tercemar nama baik perusahaan tersebut, lebih baik suatu perusahaan merekrut karyawan dengan syarat-syarat yang sudah di tentukan dan memberikan kesempatan untuk magang terlebih dahulu untuk melihat kemapuan calon karyawan tersebut.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

BANTEN
Cekcok Gegara Dipaksa Naik Bus, Calon Penumpang Ditusuk Kernet Pakai Gunting di Serang, 2 Pelaku Ditangkap

Cekcok Gegara Dipaksa Naik Bus, Calon Penumpang Ditusuk Kernet Pakai Gunting di Serang, 2 Pelaku Ditangkap

Rabu, 7 Oktober 2026 | 22:12

Seorang calon penumpang menjadi korban pengeroyokan dan penusukan dua kernet bus di depan Indomaret RS Sari Asih, Kota Serang, Banten.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill